
WASHINGTON – Presiden negara Ukraina berharap dapat meninggalkan Gedung Putih pada hari hari terakhir pekan setelahnya pembicaraan positif dengan Donald Trump, yang mana diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan mineral yang tersebut memberikan Amerika Serikat saham nyata di dalam masa depan negaranya, jikalau tidak jaminan keamanan langsung.
Sebaliknya Volodymyr Zelensky menghadapi teguran keras di dalam depan media dunia, pasca Presiden Trump kemudian Wakil Presidennya JD Vance menuntut agar ia menunjukkan tambahan banyak rasa terima kasih melawan dukungan Negeri Paman Sam selama bertahun-tahun.
Presiden negeri Ukraina menolak saran dari mitra-mitranya yang tersebut lebih besar kuat bahwa ia harus bekerja lebih lanjut keras untuk menyetujui gencatan senjata dengan Vladimir Putin. Mereka menanggapi bahwa ia bersikap “tidak sopan”.
Zelensky akhirnya diminta meninggalkan Gedung Putih tambahan awal sebelum ia lalu Trump sempat naik panggung untuk konferensi pers yang dimaksud dijadwalkan.
Dan kesepakatan mineral, yang digunakan sudah ditelusuri kemudian dipuji oleh kedua belah pihak minggu ini, dibiarkan tanpa ditandatangani. “Kembalilah ketika Anda siap untuk perdamaian,” tulis Trump di tempat media sosial sesaat sebelum mobil Zelensky melaju.
5 Fakta Debat Panas Trump dan juga Zelensky, Salah Satunya Ancaman Perang Global 3
1. Ketegangan Memuncak antara Zelensky lalu Vance
Meskipun ada setengah jam pembicaraan ramah serta formalitas di area awal, ketegangan mulai memanas di area Ruang Oval ketika Vance mengungkapkan “jalan menuju perdamaian kemudian jalan menuju kemakmuran mungkin saja terlibat pada diplomasi”.
“Itulah yang tersebut diadakan Presiden Trump,” katanya, dilansir BBC.
Zelensky menyela, merujuk pada agresi Rusia pada tahun-tahun sebelum invasi skala penuh tiga tahun lalu termasuk gencatan senjata yang mana gagal pada tahun 2019. “Tidak ada yang tersebut menghentikannya,” katanya tentang Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Diplomasi macam apa, JD, yang mana kamu bicarakan? Apa maksudmu?” katanya.
Pertukaran pendapat kemudian menjadi tegang, dengan Vance menjawab: “jenis yang digunakan akan mengakhiri kehancuran negaramu.”
Wakil presiden kemudian menuduh Zelensky tak sopan juga “menggugat” situasi di dalam depan media Amerika.






