
JAKARTA – Manfaat puasa secara ilmiah sudah pernah berbagai diteliti juga menunjukkan dampak positif pada kesehatan.
Berikut adalah beberapa faedah utama berdasarkan penelitian:
1. Pembaruan Bidang Kesehatan Jantung:
– Puasa sudah pernah terbukti dapat meningkatkan kemampuan fisik jantung dengan cara menurunkan kadar steroid jahat (LDL), trigliserida, kemudian tekanan darah.
– Sebuah studi yang digunakan dipublikasikan pada “Journal of the American College of Cardiology” menemukan bahwa puasa intermiten dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
Menurut Kementerian Aspek Kesehatan RI, puasa dapat membantu mengendalikan faktor risiko penyakit kardiovaskular.
2. Pengendalian Gula Darah
– Puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin lalu menurunkan kadar gula darah, yang digunakan sangat bermanfaat bagi penderita penyakit gula tipe 2.
– Investigasi yang digunakan terdapat pada jurnal “World Journal of Diabetes”, menunjukan hasil yang digunakan positif mengenai pengaruh puasa terhadap tingkat sensitivitas insulin.
3. Pembaruan Fungsi Otak
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan fungsi otak juga melindungi terhadap penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer juga Parkinson.
Sebuah studi yang tersebut diterbitkan di tempat “The New England Journal of Medicine” menyoroti prospek puasa pada meningkatkan fungsi otak.
Puasa dapat merangsang produksi protein brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yang tersebut menyokong perkembangan sel saraf lalu meningkatkan fungsi kognitif.
Penelitian di Nature Reviews Neuroscience (2018) menjelaskan bahwa puasa dapat meningkatkan ketahanan otak terhadap stres lalu penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
4. Perbaikan Seluler serta Detoksifikasi:
Puasa dapat memicu proses perbaikan seluler yang disebut autophagy, pada mana sel-sel tubuh membersihkan diri dari komponen-komponen yang digunakan rusak.
Selain itu, puasa juga dapat membantu proses detoksifikasi tubuh. Perbaikan proses perbaikan seluler serta detoksifikasi tubuh manusia yang mana sedang berpuasa, merupakan hasil kajian penelitian yang tersebut memperkuat bahwa puasa menyehatkan.
5. Pengaturan Berat Badan:
Puasa dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara mengempiskan asupan kalori serta meningkatkan pembakaran lemak.
Banyak penelitian sudah pernah menunjukkan efektivitas puasa intermiten di menurunkanberatbadan.
- Profil Yoshinori Ohsumi, Peneliti Negeri Sakura yang digunakan Mendapat Nobel setelahnya Meneliti Manfaat Puasa
- Teknologi Bantu Korporasi Lakukan Penyesuaian Jam Kerja pada waktu Ramadan






