Bisnis

Rancangan Permenkes Tekan Kepuasan Petani Tembakau

JAKARTA – Kritik dan juga penolakan terhadap Rancangan Peraturan Menteri Aspek Kesehatan (Permenkes) masih terus bergulir dari berbagai pihak. Pasalnya, tembakau memiliki peran penting di perekonomian daerah. Tembakau juga dinilai bukanlah belaka sebagai tumbuhan musiman dengan nilai dunia usaha tinggi, tetapi juga memainkan pertempuran penting pada ekosistem pertanian.

Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah, Nanang Teguh Sembodo, mengatakan rencana penyeragaman kemasan rokok tanpa identitas merek pada Rancangan Permenkes akan berdampak dengan segera terhadap daya serap sektor terhadap tembakau lokal. Nanang mengingatkan bahwa tanpa dukungan dari industri, petani akan kesulitan memasarkan tembakau mereka.

“Jika aturan ini diterapkan, kami khawatir transaksi jual beli tembakau kami menurun. Ini adalah memproduksi kami jadi resah,” katanya, dikutipkan Akhir Pekan (1/12/2024).

Menurutnya, wacana kebijakan penyeragaman kemasan rokok tanpa identitas merek tiada hanya saja membatasi daya jual, tetapi juga berpotensi menghurangi jumlah agregat tenaga kerja yang terlibat di sektor tembakau. “Kebijakan ini diskriminatif oleh sebab itu fokusnya cuma pada dampak kesehatan, tanpa mempertimbangkan implikasi sektor ekonomi bagi petani,” paparnya.

Nanang juga mengemukakan pentingnya peran tembakau pada perekonomian daerah. Pasalnya, tembakau merupakan flora satu musim yang mana memiliki daya tarik akibat nilai jualnya tinggi. Di beberapa daerah, bahkan flora ini bisa saja memutus siklus hama seperti kera dan juga tikus.

“Tembakau telah lama menjadi bagian dari budaya juga identitas publik pedesaan, khususnya pada area seperti Temanggung, Boyolali, serta Wonosobo, pada mana sebagian besar petani sangat bergantung pada hasil panen tembakau,” imbuhnya.

Di sedang keterbatasan lahan yang tersedia, tumbuhan tembakau memiliki keunggulan strategis dibandingkan vegetasi lainnya. Hal ini yang dimaksud memproduksi Nanang miris. Sebab kondisi para petani tembakau masih jarak jauh dari ideal, khususnya dengan minimnya dukungan kebijakan yang mana melindungi hak dan juga kepentingan mereka. Banyak petani yang mana merasa terpinggirkan akibat kebijakan pemerintah yang tersebut tak selaras dengan permintaan mereka.

Pengamat Kebijakan Publik, Dwijo Suyono, juga mengambil bagian menyalahkan keras Rancangan Permenkes terkait penyeragaman kemasan rokok tanpa identitas merek. Dalam pandangannya, kebijakan ini berdampak buruk pada biosfer tembakau nasional yang melibatkan jutaan petani. Rancangan Permenkes dinilai memuat kebijakan yang tersebut semakin menekan keberlangsungan sektor tembakau. Dwijo berpendapat bahwa aturan-aturan ini akan semakin menyulitkan petani tembakau yang tersebut selama ini telah terjadi berada pada situasi yang digunakan rentan.

“Padahal, kebijakan masyarakat itu harusnya melibatkan pengamanan bagi semua pelaku di dalam habitat tersebut, mulai dai petani, pekerja, hingga pedagang. Namun, kenyataan yang tersebut ada menunjukkan bahwa pemerintah tambahan berbagai menekan sektor tembakau melalui berbagai aturan,” terangnya.

Dwijo juga menggarisbawahi banyaknya wilayah yang mana belum miliki peraturan area terkait pemeliharaan petani tembakau. Ia pun menekankan pentingnya penyelarasan antara kebijakan pusat lalu wilayah di mengurus sektor tembakau.

“Agar sektor ini tetap saja berkelanjutan serta dapat terus berkontribusi pada perekonomian daerah, maka pemerintah harus merumuskan kebijakan yang dimaksud dapat melindungi lapangan usaha tembakau serta para pekerja dalam dalamnya,” tutupnya.

Related Articles

Back to top button