
Rasisme masih menjadi persoalan yang digunakan banyak menodai dunia olahraga global. Berikut adalah empat atlet ternama yang mana menjadi korban perlakuan rasis , mencerminkan tantangan yang mana harus dihadapi di karier mereka:
1. Vinicius Junior (Sepak Bola)

Pemain sayap Real Madrid ini beberapa kali menjadi sasaran hinaan rasis di area La Liga, Spanyol. Salah satu insiden yang mana memicu sorotan besar adalah ketika para penggemar lawan mengejeknya dengan nyanyian rasis di tempat stadion. Meski Vinicius secara terbuka melawan tindakan tersebut, ia terus mendesak tindakan tegas dari otoritas sepak bola untuk memberantas rasisme pada lapangan. Pesepak bola lain seperti Marcus Rashford, Jadon Sancho, juga Bukayo Saka juga menghadapi kesulitan serupa.
2. Shohei Ohtani (Baseball)

Pemain Jepun ini menghadapi komentar rasis dari komentator olahraga Amerika yang dimaksud mengkritisi pengaplikasian penerjemah. Komentar ini dianggap sebagai cerminan xenofobia (ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain, atau yang dimaksud dianggap asing) yang dimaksud masih ada pada olahraga profesional di tempat AS, meskipun Ohtani adalah salah satu pemain paling berbakat di tempat Major League Baseball (MLB)
3. Lewis Hamilton (Formula 1)

Sebagai satu-satunya peserta balap epidermis berwarna dalam Formula 1, Hamilton banyak menjadi sasaran komentar rasis. Dia tiada belaka vokal pada memperjuangkan keadilan rasial tetapi juga menggerakkan inovasi di budaya olahraga balap yang kerap dianggap eksklusif
insiden ini menunjukkan bahwa rasisme tak hanya sekali permasalahan individu tetapi juga tantangan sistemik di olahraga. Diperlukan langkah konkret dari para pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan olahraga yang digunakan inklusif dan juga bebas diskriminasi.
4. Khabib Nurmagomedov (UFC)

Mantan juara UFC, Khabib Nurmagomedov, mengalami insiden yang mana diduga bernuansa diskriminatif pada waktu terbang dari Las Vegas ke Los Angeles menggunakan Frontier Airlines. Khabib diminta pindah dari kursi baris pintu meninggalkan darurat dengan alasan keamanan, meskipun telah dilakukan menjelaskan dirinya mampu berbicara bahasa Inggris dengan baik serta siap membantu pada situasi darurat. Ia merasa perlakuan yang dimaksud tiada adil, bahkan terkesan rasis, seperti yang dimaksud disampaikannya melalui media sosial. Video insiden ini sempat viral, menunjukkan Khabib akhirnya pergi dari dari pesawat bersatu rekan perjalanannya pasca perdebatan dengan kru maskapai.
Khabib tetap memperlihatkan menunjukkan sikap tenang walaupun kecewa dengan langkah maskapai. Insiden yang mana terjadi pada 11 Januari 2025 ini memicu diskusi rakyat mengenai isu diskriminasi, khususnya terhadap Khabib yang merupakan Muslim jika Dagestan. Hingga kini, Frontier Airlines belum memberikan tanggapan resmi terkait kejadian tersebut.






