
INGGRIS – Pangeran Harry lalu Meghan Markle mengalami pukulan telak pasca kehilangan kontrak penerbitan senilai USD20 jt atau setara dengan Rp323 miliar yang digunakan mereka tandatangani pada 2021 dengan Penguin Random House tampaknya sudah berakhir.
Menurut komentator kerajaan Kinsey Schofield pada siarannya dalam Talk TV, kesepakatan senilai Rp323 miliar yang disebutkan batal dikarenakan Pangeran Harry lalu Meghan Markle dianggap gagal memunculkan konten sesuai harapan penerbit.
“Page Six melaporkan bahwa kontrak antara Harry serta Meghan dengan Penguin Random House tampaknya telah tidaklah ada lagi,” kata Kinsey.
“Vanity Fair juga menyoroti bahwa salah satu anggota kelompok Meghan pernah berspekulasi tentang nilai buku yang dimaksud jikalau pasangan itu bercerai,” sambungnya.

Foto/Getty Images
Dilansir dari The News, Mingguan (26/1/2025), pakar kerajaan yang disebutkan menambahkan bahwa penerbit mempunyai ekspektasi tinggi terhadap Duke juga Duchess of Sussex, tetapi keduanya dinilai kurang memenuhi standar tersebut.
“Vanity Fair mengumumkan bahwa etos kerja mereka dipertanyakan, lalu kemampuan kolaborasi dia dinilai bukan cukup baik,” jelasnya.
“Hal ini mungkin saja menjadi alasan Penguin Random House bukan lagi melanjutkan kesepakatan,” lanjutnya.






