
JAKARTA – Meskipun kinerja ekspor otomotif nasional mengalami koreksi, namun pada sepanjang tahun 2024 permintaan model elektrifikasi melonjak hingga lebih lanjut dari 100%.
Sebagai catatan, sepanjang Januari-Desember 2024 Toyota Indonesia mencatatkan kinerja ekspor sebesar 276.089 unit kendaraan Toyota. Angka ini terkoreksi sebesar 5% dari pencapaian ekspor dalam periode yang digunakan mirip pada 2023 sebesar 290.772 unit.
Sementara itu, kendaraan elektrifikasi buatan SDM di negeri terbukti memberikan andil kinerja ekspor otomotif nasional sebesar 18.553 unit.
Angka ini naik 111% dibandingkan pencapaian tahun lalu sebesar 8.792 unit yang dimaksud diperoleh dari ekspor Kijang Innova Zenix (HEV) sebanyak 11.790 unit juga Yaris Cross (HEV) beberapa orang 6.763 unit.
Kedua varian kendaraan elektrifikasi yang diproduksi oleh anak bangsa di area Pabrik TMMIN Karawang Plant 1 semakin diminati konsumen global di dalam negara-negara kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, lalu Timur Tengah.

“Produk kendaraan elektrifikasi yang tersebut semakin diminati menunjukkan kepeduliaan konsumen global akan isu pembaharuan iklim kemudian lingkungan “Carbon is our Enemy”. Artinya bidang otomotif nasional harus berada di tempat depan pembaharuan di membentuk biosfer kendaraan elektrifikasi untuk memenuhi keinginan bursa internasional akan item ramah lingkungan, khususnya pada waktu memasuki era transisi energi.
“Salah satunya, melalui strategi multi-pathway untuk menjawab beragam permintaan teknologi kendaraan,” ujar Bob Azam Wakil Presiden Direktur PT TMMIN.
Toyota Indonesia berazam mengembangkan kendaraan elektrifikasi untuk membantu target otoritas mencapai NZE di area tahun 2060.
Mengusung strategi multi-pathway, Toyota Indonesia menyediakan berbagai pilihan teknologi kendaraan seperti Battery Electric Vehicle (BEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga kendaraan konvensional berteknologi Internal Combustion Engine (ICE) yang dimaksud rendah emisi.
“Selain kendaraan elektrifikasi, Veloz serta Fortuner tercatat menjadi kendaraan pabrikan TMMIN yang tersebut menyumbangkan performa ekspor dengan total 110.714 unit kendaraan selama setahun ke belakang,” tambah Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN.
Target Prestasi Industri Otomotif Nasional

Toyota Indonesia memiliki target pencapaian kinerja ekspor kendaraan T-brand dengan level identik pada 2025 dengan terus mengaji potensi untuk memperluas kegiatan ekspor dengan mempertimbangkan permintaan juga tren pangsa termasuk pada negara tujuan ekspor non-tradisional juga mengoptimalkan demografi strategis Indonesia.
“Toyota Indonesia tak hanya sekali berfokus pada ekspor kendaraan utuh, namun juga pada pengembangan kendaran konversi, aksesoris, dan juga turunannya sesuai dengan permintaan bursa global, seperti kendaraan konversi cash carrier, well-cab, dan juga patrol cars agar memenuhi permintaan negara terkait,” pungkas Bob Azam.






