
Kesombongan David Benavidez yang tersebut sesumbar bahwa David Morrell (11-1, 9 KO) tidak ada akan pernah mengalahkannya akhir pekan lalu, dengan kemenangannya berhadapan dengan mantan juara dunia kelas berat ringan WBA ‘reguler’ pada T-Mobile Arena, Las Vegas. Para penggemar tidaklah setuju.
Pukulan Morrell yang kidal merusak wajah juara temporer WBC kelas berat 79,3 kg, Benavidez (30-0, 24 KO), serta memberinya penampilan seperti monster Frankenstein dalam akhir pertandingan. Benavidez bertarung dengan penuh semangat sejak ronde ke-10, sangat kelelahan, serta menerima serangan keras dari Morrell yang mana terus menyerang.
“Saya lebih besar memilih Morrell pada Hari Sabtu di malam hari lalu daripada Benavidez, yang dimaksud menerima banyak sekali pukulan, yang tersebut membuatnya terlihat sangat kelelahan. Morrell dapat dikatakan miliki masa depan yang digunakan lebih tinggi baik daripada Benavidez di area kelas 79,3 kg sebab ia mempunyai kekuatan serta kemampuan teknis yang tersebut sangat jauh lebih besar baik.”
Jika Benavidez percaya bahwa ia dapat mengalahkan Morrell pada sebuah pertandingan ulang, ia tidak ada akan menolak gagasan untuk melawannya lagi dengan berulang kali menyatakan bahwa ia “tidak layak untuk berlaga ulang. Mengatakan bahwa Morrell “tidak akan pernah” dapat mengalahkannya adalah satu hal. Namun, itu adalah hal yang digunakan berbeda untuk membuktikannya. Morrell adalah petarung yang digunakan tambahan baik dari ronde ke-10 sampai ke-12 ketika ia menekan Benavidez tanpa henti dan juga menjatuhkannya ke berhadapan dengan kanvas pada ronde ke-11.
Benavidez berhasil lolos dari serangan dengan pukulan kelinci serta teknik guard pull-down yang ia gunakan di laga ini. Wasit seharusnya menyatakan sesuatu tentang hal-hal tersebut.
Selain itu, Benavidez mengangkat badannya tinggi-tinggi, dengan gaya seperti Fury, untuk membatasi area sasaran bagi Morrell untuk memukulnya ke arah tubuh. Wasit seharusnya memaksa Benavidez untuk menyesuaikannya.
Jika terjadi pertandingan ulang, Morrell akan siap untuk mengambil keuntungan dari Benavidez apabila ia memilih untuk melemparkan pukulan ke belakang kepala atau menahan tangan kirinya ke bawah pada waktu memukul. Hal ini mirip dengan pertarungan Benavidez sebelumnya, dimana ia kehabisan napas pasca sembilan ronde melawan mantan juara kelas berat ringan WBC, Oleksandr Gvozdyk, serta menerima berbagai pukulan keras.
Di kelas berat ringan, Benavidez menunjukkan pada dua pertarungannya bahwa ia adalah petarung sembilan ronde tanpa ada yang digunakan tersisa di dalam tangki bensin dari ronde ke-10 sampai ke-12.
“Saya senang hati akan melawannya lagi. Saya menunjukkan bahwa saya berada dalam menghadapi ia lalu beliau bukan akan pernah bisa jadi mengalahkan saya,” kata David Benavidez terhadap saluran Ariel Helwani, berbicara tentang David Morrell setelahnya mengalahkannya akhir pekan lalu pada pertarungan yang melelahkan juga menyebabkan wajahnya sendiri tidaklah dapat dikenali.
“Saya bisa saja mencapai 90,7 kg, namun saya tak ingin naik tambahan dari itu,” kata Benavidez ketika ditanya seberapa tinggi ia dapat menyebabkan berat badannya. “Saya merasa nyaman pada berat badan 79,3 kilogram. Saya merasa pada tiap laga, saya semakin kuat serta kuat. Untuk laga ini, saya datang dengan berat badan 88,9 kilogram. Itu kemungkinan besar yang tersebut terberat yang digunakan pernah saya jalani. Kini, saya merasa 100% nyaman pada berat badan 79,3 kg juga berada di tempat 88,4 kg.”
Benavidez memiliki berat badan 79 kg kg pada hari Hari Jumat lalu, yang dimaksud berarti ia mengempiskan berat badan sebanyak 9,9 kg untuk laga melawan Morrell. Hal ini menjelaskan mengapa ia terlihat sangat jauh lebih banyak besar dari atlet Kuba itu di tempat pada ring. Untunglah bagi Benavidez bahwa Morrell tak memegang peringkat IBF, sebab ia harus berurusan dengan batas rehidrasi 4,5 kg untuk penimbangan berat badan kedua pada hari pertarungan. Mungkinkah Benavidez telah lama memberikan batas rehidrasi? Ya, namun ia kemungkinan besar akan terkuras tenaganya untuk pertarungan tersebut, juga Morrell akan miliki keunggulan melawan dirinya.






