
LONDON – Perusahaan AI Terbuka mengumumkan pembaharuan pada model kecerdasan buatannya usai dipermalukan DeepSeek. Pembaruan ini menyebabkan Pengolah Bahasa Alami GPT pada saat ini dapat mengkaji berbagai topik, termasuk isu-isu kontroversial, dengan lebih besar terbuka kemudian eksplisit.
Open Artificial Intelligence menjelaskan bahwa kebijakan baru ini mengusung prinsip kebebasan intelektual. Tujuannya adalah untuk memberikan ruang bagi pengguna di mengeksplorasi, berdebat, lalu berkreasi tanpa batasan yang digunakan dianggap sewenang-wenang.
“Pembaruan ini secara eksplisit merangkul kebebasan intelektual gagasan bahwa Kecerdasan Buatan harus memberdayakan orang untuk mengeksplorasi, berdebat, lalu berkreasi tanpa batasan sewenang-wenang—tidak peduli seberapa menantang atau kontroversial suatu topik,” tulis Perusahaan AI Terbuka pada situs resminya.
Dengan kebijakan baru ini, OpenAI berharap Asisten Percakapan GPT dapat bertukar informasi lebih tinggi leluasa kemudian mengempiskan daftar topik yang tersebut sebelumnya dilarang untuk dibahas. Namun, kebebasan ini tetap saja disertai dengan mekanisme keamanan yang digunakan ketat. Open Artificial Intelligence menanamkan dua filosofi utama di model AI-nya, yaitu “Tetap pada batasan” lalu “Cari kebenaran bersama”.
Sebagai contoh, apabila ada pengguna yang digunakan bertanya mengenai cara memproduksi bom, Pengolah Bahasa Alami GPT tidak ada akan memberikan panduan atau langkah-langkah spesifik. Sebaliknya, chatbot ini akan menyampaikan jawaban yang mana lebih lanjut bijaksana lalu diplomatis, dan juga mengarahkan pengguna ke diskusi yang tersebut lebih banyak edukatif tanpa membahayakan pihak lain.
“Intinya, kami telah lama menguatkan prinsip bahwa tiada ada ide yang dimaksud secara inheren terlarang untuk didiskusikan, selama model yang dimaksud tak menyebabkan kerugian yang dimaksud signifikan bagi pengguna atau orang lain (misalnya, melakukan tindakan terorisme),” jelas OpenAI.
Pendekatan berbasis kebebasan intelektual ini disebut Perusahaan AI Terbuka sebagai langkah penting pada mengupayakan pengembangan juga kemajuan AI.
Dengan memungkinkan diskusi yang lebih tinggi luas, teknologi kecerdasan buatan diharapkan dapat menjadi alat yang mana lebih banyak bermanfaat di membantu manusia memahami berbagai perspektif.






