
JAKARTA – Apakah air laut sanggup mendidih? Pertanyaan ini memang sebenarnya cukup menggelitik. Nah, jawabannya, ya, air laut dapat mendidih.
Namun, titik didih air laut lebih besar tinggi dibandingkan dengan air murni. Hal ini disebabkan oleh zat garam lalu mineral terlarut di air laut yang tersebut menyebabkan kenaikan titik didih.
Kenaikan Titik Didih (Boiling Point Elevation)
Penambahan zat terlarut non-volatil, seperti garam, ke di pelarut seperti air, menyebabkan peningkatan titik didih. Fenomena ini dikenal sebagai kenaikan titik didih, yang digunakan merupakan salah satu sifat koligatif larutan.
Titik Didih Air Murni
Pada tekanan atmosfer standar (1 atm), air murni mendidih pada suhu 100°C.
Titik Didih Air Laut

Karena air laut mengandung sekitar 3% garam dan juga mineral terlarut, titik didihnya sedikit lebih lanjut tinggi daripada air murni. Kenaikan ini biasanya sekitar 0,5°C hingga 1°C, tergantung pada konsentrasi garam. Dengan demikian, air laut mendidih pada suhu sekitar 100,5°C hingga 101°C.
Perubahan titik didih ini juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti tekanan atmosfer kemudian ketinggian lokasi. Namun, secara umum, komposisi garam pada air laut adalah faktor utama yang tersebut menyebabkan peningkatan titik didih dibandingkan dengan air murni.
Dengan demikian, meskipun air laut dapat mendidih, suhu yang digunakan dibutuhkan untuk mencapainya sedikit tambahan tinggi daripada air murni lantaran zat garam yang adadidalamnya.






