
JAKARTA – Nur berhasil menghimpun anggota PP untuk menyamar sebagai tentara, lalu Iqbal berhasil menghadirkan ibunya ke “markas” tanpa kecurigaan. Dalam momen yang menegangkan, ibu Iqbal benar-benar percaya bahwa anaknya adalah manusia Mayor Jenderal, dan juga Iqbal merasa lega akibat rencananya berjalan lancar.
Sementara itu, konflik di tempat internal paguyuban pengemis terus berlanjut, Sri lalu Syukron mulai ragu apakah merekan harus terus mengemis. Iqbal pun mulai mempertimbangkan apakah lebih tinggi baik berhenti dari kehidupannya sebagai pengemis.
Semua anggota PP pun mulai sadar bahwa hidup pada kebohongan dan juga ketergantungan bukanlah solusi, juga dia dilema apakah akan mulai mencari jalan baru untuk mengundurkan diri dari dari kesulitan merekan atau tidak.
Keuangan keluarga Ipul yang digunakan sangat jauh dari harapan, menimbulkan Ipul kemudian mengutarakan idenya untuk berjualan kopi keliling dari pagi hingga sore, sementara café tetap memperlihatkan beroperasi waktu malam hari. Apakah Widi menyetujui ide Ipul tersebut?
Saksikan Layar Drama “Tangan di tempat Atas” setiap hari pukul 02.00 Waktu Indonesia Barat hanya saja di tempat RCTI kanal digital 28 UHF untuk pemirsa Jabodetabek.






