
JAKARTA – Keruntuhan dolar Negeri Paman Sam bukanlah sesuatu yang dimaksud tidak ada mungkin, walaupun mata uang Negeri Paman Sam itu telah dilakukan lama menjadi landasan keuangan global. Greenback terus-menerus miliki musuh eksternal selama periode panjang dominasinya, mulai dari blok komunis juga anti-kolonialis hingga musuh kontemporer seperti China, Rusia, dan juga kekuatan baru lainnya.
Tetapi apakah sebenarnya realistis untuk berpikir bahwa Dolar AS, mata uang cadangan dunia, juga dapat runtuh? Semua itu akan sulit, namun tidak hal yang mana mustahil. Tidak ada yang tersebut mustahil di dalam dunia keuangan dan juga keuangan.
Bagi investor, penting untuk memahami kemungkinan hasil yang digunakan dapat memengaruhi keuangan mereka, meskipun itu tak mungkin. Sementara itu para kritikus berpendapat bahwa meningkatnya inflasi, meningkatnya defisit federal AS, kemudian kebijakan pemerintah Amerika dapat menurunkan dominasi USD.
Mengingat ketidakpastian kegiatan ekonomi kemudian kebijakan pemerintah geopolitik yang dimaksud setiap saat ada, para pakar telah terjadi memprediksi keruntuhan dolar sejak greenback mendapatkan supremasi di area seluruh dunia. Sejarah menunjukkan bahwa bahkan bangunan manusia yang mana paling kokoh sekalipun sanggup runtuh, menjadi reruntuhan yang tersebut hampir tidak ada disadari.
Sementara itu sekitar seperlima dari cadangan mata uang asing bank sentral dunia telah dilakukan menjauh selama seperempat abad terakhir, dari 71% menjadi 58%. Namun kondisi ini bukan menurunkan kekuatan dolar Negeri Paman Sam untuk mendominasi di dalam seluruh dunia.
Maka situasi seperti apa yang dimaksud diperlukan untuk melengserkan dolar. Seperti dilansir Forbes, agar dolar miliki nilai, penduduk perlu percaya bahwa Amerika Serikat mempunyai nilai.
Mengingat banyaknya pembayar pajak, bisnis, serta aset berharga pada AS, sulit untuk membantah bahwa dolar tidaklah mempunyai nilai. Faktanya, alasan mengapa Amerika Serikat mampu meninggalkan standar emas adalah lantaran Negeri Paman Sam miliki nilai sektor ekonomi yang mana sangat tinggi.
Jadi, keruntuhan mata uang terjadi pada waktu tidaklah ada lagi kepercayaan bahwa aset, negara, atau organisasi miliki nilai yang mana cukup untuk mencerminkan mata uang.
Pemicu keruntuhan dolar AS
1. Hiperinflasi
Ketika hiperinflasi terjadi, setiap dolar menjadi kurang berharga. USD10 mungkin saja dapat membelikan Anda 12 kotak Pepsi hari ini, juga kemudian besok USD10 yang tersebut sejenis semata-mata dapat membelikan Anda enam Pepsi. Skor mata uang menjadi semakin rendah, dan juga ini dapat menciptakan spiral yang tersebut akhirnya membuatnya hampir tak berharga.
Kita sudah mengamati contohnya pada Zimbabwe pada awal tahun 2000-an.
2. Ketidakstabilan Politik
Meskipun tidak sesuatu yang mana kita harapkan terjadi dalam AS, pemerintahan dapat digulingkan. Ketika terjadi kudeta militer, perang, atau insiden lain yang digunakan mengakibatkan pergolakan politik, mata uang suatu negara banyak kali menjadi korban.
3. Utang Tinggi
Banyak negara memiliki tingkat utang yang dimaksud tinggi akhir-akhir ini, tetapi ini semua relatif terhadap kekuatan ekonomi yang tersebut mendasarinya. Ketika suatu negara memiliki utang yang digunakan sangat tinggi juga perekonomian yang dimaksud menyusut, hal ini dapat menyebabkan pelarian aset juga jatuhnya mata uang.






