
YERUSALEM – negeri Israel kembali membatasi ibadah umat Islam di tempat Masjid Al-Aqsa selama Ramadan 2025. Rezim Zionis bahkah telah menyiapkan personel keamanan untuk menindak tegas para pelanggar.
Tahun ini, Ramadan di tempat Palestina bertepatan dengan gencatan senjata yang mana rapuh di area Gaza. Meski bukan ada aksi saling serang sementara waktu, pemerintah tanah Israel kembali memproduksi aturan tegas persoalan akses ibadah di dalam Masjidil Aqsa. Lebih jauh, berikut tiga fakta terkait pembatasan ibadah tersebut:
Fakta negara Israel Batasi Umat Islam Beribadah di dalam Masjidil Aqsa Selama Ramadan 2025
1. Pemandangan Biasa Setiap Tahun
Pembatasan terhadap kegiatan umat Islam di area Masjidil Aqsa telah biasa dilaksanakan pemerintah pendudukan Israel.
Katanya, mereka itu melakukan pembatasan demikian guna menjaga keselamatan juga keamanan kompleks situs suci tersebut.
Mengutip The New Arab, tahun lalu hal sejenis juga terjadi. Saat konflik Kawasan Gaza berkecamuk, otoritas tanah Israel memberlakukan pembatasan pada pengunjung yang tersebut datang ke Masjid Al-Aqsa, khususnya pada warga Palestina.
Pihak berwenang di area sana juga mengancam tak menoleransi pelanggar yang mana berjuang masuk tanpa izin. Tak jarang, aturan pembatasan yang disebutkan berujung pada bentrokan antara petugas keamanan negara Israel kemudian warga Palestina.
2. Ada Syarat kemudian Ketentuan Ketat
Aturan yang dimaksud dibuat tanah Israel terkait pembatasan pengunjung Masjidil Aqsa punya beberapa persyaratan lalu ketentuan. Melansir Middle East Monitor, hal ini termasuk jumlah total jemaah yang tersebut boleh masuk selama Ramadan.
Hanya 10.000 Muslim dari Palestina yang digunakan dibolehkan masuk di tempat Masjid Al-Aqsa selama Ramadan. Padahal, masjid ini miliki kapasitas untuk menampung banyak ribu jemaah.
Kemudian, belaka pria berusia 55 tahun ke melawan kemudian wanita berusia di tempat menghadapi 50 tahun yang dimaksud diizinkan memasuki kompleks masjid. Lagi, aturan yang disebutkan dibuat dengan dalih keamanan.






