
Ini adalah sebuah terobosan yang digunakan sangat baik, mudah-mudahan ini jadi cikal-bakal. Dan hadir hari ini merupakan angkatan pertama.
Kabupaten Bogor – Kementerian Agraria serta Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) sama-sama Mahkamah Agung (MA) mengadakan pelatihan sertifikasi dalam Pusat Pembangunan Informan Daya Manusia (PPSDM), Gunungputri, Wilayah Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY mengungkapkan pelatihan yang disebutkan untuk menguatkan keilmuan hakim pada pertanahan juga tata ruang, agar lebih lanjut menguasai beragam isu penyelesaian sengketa kemudian konflik agraria.
"Ini sebuah terobosan yang dimaksud sangat baik, mudah-mudahan ini jadi cikal-bakal. Dan hadir hari ini merupakan angkatan pertama," ujar AHY.
Menurut dia, jikalau semua peradilan umum, peradilan tata negara di seluruh Indonesi miliki hakim-hakim tersertifikasi di urusan pertanahan juga tata ruang, maka penyelesaian sengketa tanah dijalankan dengan baik.
"Jadi semangat yang digunakan luar biasa ini bisa saja difollow up dengan kegiatan-kegiatan kolaboratif, seperti pelatihan serta sertifikasi ini lebih besar baik lagi ke depan," ujar AHY.
Ketua MA Syarifuddin menjelaskan bahwa sebanyak 80 hakim mengikuti sertifikasi hakim pertanahan juga tata ruang yang tersebut dijalankan di Kantor PPSDM.
"Tadi telah saya komunikasikan hari ini kan jumlahnya baru 80 orang, 61 (di antaranya) dari peradilan umum, dan juga 19 dari tata perniagaan negara," kata Syarifuddin.
Ia berharap, sertifikasi hakim khusus pertanahan lalu tata ruang ini diwujudkan terus-menerus, secara berkala.
"Harapan saya ini ke depan terus berlanjut," kata beliau pula.
Artikel ini disadur dari ATR/BPN dan Mahkamah Agung sertifikasi hakim pertanahan dan tata ruang






