
Jakarta – Belasan pejabat di dalam sektor institusi belajar kemudian sosial menjalani karantina selama tiga hari di dalam Kementerian Perlindungan menjauhi pelantikan presiden terpilih, Prabowo Subianto. Karantina itu berlangsung mulai 8 hingga 10 Oktober 2024.
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memaparkan karantina di dalam Kementerian Keamanan merupakan kursus yang diadakan oleh Universitas Pertahanan. “Bukan (pelatihan) untuk calon menteri lalu calon pejabat,” kata Dasco untuk Tempo, Rabu, 9 Oktober 2024.
Dua narasumber, salah satunya orang petinggi partai pada Koalisi Indonesi Maju (KIM), yang mana mengetahui pelatihan itu mengungkapkan para pejabat yang dimaksud dihubungi oleh ajudan Prabowo sebelum acara berlangsung. Karantina bertujuan untuk mempersiapkan masa transisi kepemimpinan Prabowo.
Para pejabat itu di dalam antaranya direktur badan usaha milik negara, rektor universitas, lalu pejabat eselon 1 beberapa kementerian. Prabowo memberikan pelatihan dalam awal sesi. Menteri Daya dan juga Narasumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia juga terlibat memberikan kelas.
Baca juga: Penjelasan Istana Soal Pertemuan Tertutup Dua Jam Jokowi juga Prabowo di dalam GBK
Bahlil membenarkan bahwa ia hadir ke acara pelatihan. Bekas Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Nusantara itu menyampaikan acara itu bertajuk kursus kepemimpinan. Acara sejenis pernah berlangsung sebelumnya selama enam kali.
Kendati begitu, Bahlil mengklaim tidak ada mengetahui apakah partisipan yang tersebut hadir adalah calon menteri Kabinet Prabowo atau kepala badan. “Saya peserta, enggak tahu,” katanya. Ketua Umum Golkar ini mengemukakan partisipan selain rektor adalah pelaku globus usaha.
Rektor Universitas Pertahanan, Jonni Mahroza, belum merespons ketika dimintai tanggapan melalui instruksi teks. Jonni, menurut banyak politikus di dalam partai yang mana tergabung di KIM, terlibat membantu transisi pemerintahan Prabowo.
Prabowo sedang menyusun formasi kabinetnya dibantu beberapa khalayak dekat serta kelompok gugus tugas. Prabowo akan menambah jumlah total kementerian dari 34 menjadi sekitar 43 kementerian. Menteri Perlindungan itu akan mengotak-atik nomenklatur kemudian memecah beberapa kementerian.
Kementerian Kehutanan lalu Lingkungan Hidup, misalnya, akan dipecah berubah menjadi Kementerian Kehutanan kemudian Kementerian Lingkungan Hidup. Kementerian Kehutanan berpeluang digabung dengan Kementerian Agraria dan juga Tata Ruang.
Sufmi Dasco menegaskan pembentukan kabinet masih dinamis sampai tanggal 15 atau 16 Oktober 2024. “Paling lambat 16, sehingga belum ada karantina-karantina,” katanya.
Artikel ini disadur dari Belasan Pejabat Menjalani Karantina di Kemhan Menjelang Pelantikan Prabowo






