
JAKARTA – Menjadi wirausahawan sukses meskipun sudah ada masuk di area usia pensiun ternyata sangat kemungkinan besar diraih. Salah satu contohnya, adalah Ahmad Susila, yang mana sukses dengan perniagaan kerupuknya hingga mampu mengekspor ke beberapa negara.
Ahmad sendiri merupakan pensiunan Telkom 2016 lalu. Ia menjadi pengguna Bank Mandiri Taspen kemudian mendapat bantuan pembiayaan produktif.
“Produk kamu sudah ada hak paten, komoditas kami telah dapat didapat di tempat Lotte, Borma, Rumah Mode, dan juga di dalam display item UMKM Bank Mandiri Taspen,” jelasnya, dikutip, Mingguan (1/12/2024).
Ia juga mengaku produknya juga pada saat ini sudah ada di area ekspor hingga ke Qatar, Jepang, Australia hingga Amerika. “Kami pun yang digunakan awalnya kredit konsumtif, jadi produktif, kami jadi suplier kerupuk udang,” jelasnya.
Sementara, PT Bank Mandiri Taspen kembali menunjukkan komitmennya di memperkuat pertumbuhan wirausaha di tempat Indonesia melalui inisiatif Mantapreneur Naik Kelas.
Direktur Bisnis PT Bank Mandiri Taspen Maswar Purnama mengungkapkan inisiatif yang disebutkan dijalankan di dalam Bandung.
“Mantapreneur Naik Kelas ini ditujukan untuk nasabah-nasabah Bank Mandiri Taspen yang digunakan ingin mempunyai bisnis sendiri, yang digunakan punya niat untuk lebih besar produktif, kemudian yang digunakan kami pandang dapat menjadi influencer juga duta bagi Bank Mandiri Taspen,” ungkapnya.
Ia melihat, sebenarnya para pensiunan memiliki minat enterpreneur sejak dahulu terlibat bekerja. Hanya saja, akibat keterbatasan waktu, akhitnya bisa jadi terlaksana ketika mereka itu purna tugas.
“Jadi para pensiunan ini kami anggap naik kelas, apabila merek itu yang digunakan sebelumnya belaka punya kredit dalam Bank Mandiri Taspen, sekarang dia itu juga punya usaha,” jelasnya.






