
JAKARTA – Harga pangan di tempat lingkungan ekonomi terpantau mengalami pergerakan yang digunakan signifikan dalam awal tahun. Sejumlah komoditas utama mengalami lonjakan nilai yang digunakan cukup tajam seperti cabai rawit merah.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) nilai cabai rawit merah naik 1,37% menjadi Rp61.210 per kilogram (kg). Kenaikan nilai juga terjadi pada daging ayam ras naik 0,83% mencapai Rp38.900 per kg.
Ikan kembung juga mengalami peningkatan sebesar 0,30% menjadi Rp37.100 per kg. Sementara, hberas premium turun 1,23% menjadi Rp15.310 per kilogram, dan juga beras medium yang tersebut turun 0,59%, menjadi Rp13.400 per kilogram.
Harga beras SPHP pun turun 0,56% menjadi Rp12.390 per kilogram. Selain itu, nilai kedelai biji kering impor turun cukup tajam, yaitu sebesar 4,99%, menjadi Rp10.290 per kilogram.
Begitu pula dengan bawang merah yang digunakan turun 6,08% menjadi Rp38.940 per kilogram, sementara bawang putih turun 3,45% menjadi Rp41.920 per kilogram.
Cabai merah keriting juga mengalami penurunan yang digunakan signifikan, yakni 14,01%, menjadi Rp42.490 per kilogram, sedangkan nilai daging sapi mengalami penurunan 2,01%, menjadi Rp132.280 per kilogram.
Selain itu, biaya telur ayam ras tercatat turun 2,14% menjadi Rp30.700 per kilogram, juga gula konsumsi turun 0,22% menjadi Rp18.140 per kilogram. Harga minyak goreng, baik kemasan maupun curah, masing-masing turun 2,66% juga 2,60%, menjadi Rp18.660 kemudian Rp17.240 per kilogram.
Harga jagung peternak turun 1,42% menjadi Rp6.250 per kilogram, sementara tarif garam halus turun 2,60%, menjadi Rp11.250 per kilogram. Tepung terigu kemasan juga mengalami penurunan signifikan sebesar 5,58%, menjadi Rp12.360 per kilogram.
Harga ikan tongkol turun 4,42% menjadi Rp30.940 per kilogram, lalu ikan bandeng tercatat turun 14,16% menjadi Rp30.000 per kilogram.






