
JAKARTA – Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengungkapkan pemangkasan anggaran Kementerian/Lembaga yang dimaksud signifikan akan berdampak pemangkasan tenaga honorer. Bhima menilai, pengurangan dari sisi belanja pegawai ini akan berdampak buruk terhadap kualitas pelayanan publik. Bahkan bisa saja sampai pada pelayanan terhadap publik dapat justru terganggu.
“Efisiensi anggaran ini bisa saja terjadi pemangkasan tenaga honorer, tenaga kontrak pada eksekutif Daerah, serta bisa jadi menyebabkan pelayanan rakyat yang digunakan terganggu,” kata Bhima ketika dihubungi SINDOnews, Hari Jumat (7/2/2025).
Lebih jauh, Bhima menjelaskan pada tahun 2022 sendiri jumlah agregat tenaga honorer pada Indonesia sekitar 2,35 jt orang. Paling sejumlah berada di tempat Instansi Kementerian Agama 139.000 orang Kementerian Sosial 40.000 orang, Pemprov Jatim 24 ribu orang, Kementerian Pekerjaan Umum lalu Perumahan Rakyat 21 ribu orang, serta Pemprov Jateng 21 ribu orang.
Efisiensi anggaran tak cuma berlaku untuk otoritas Pusat, tapi juga pemerintahan Daerah. Sehingga efisiensi tenaga honorer kemudian PPPK di area pemerintahan juga punya potensi besar untuk dilakukan.
“Efeknya nanti di tempat area bisa saja terjadi pelayanan rakyat yang dimaksud juga memburuk. Apalagi Dana Desa juga sebagian kan sudah ada dialokasikan untuk makan bergizi gratis,” tambah Bhima.
Menurutnya, pemangkasan anggaran yang digunakan diadakan oleh eksekutif sendiri bertujuan untuk mendanai kegiatan makan bergizi gratis (MBG) yang memerlukan APBN cukup besar. Kapasitas fiskal yang digunakan terbatas disamping acara yang digunakan membutuhkan anggaran besar menghasilkan langkah efisiensi dijalankan untuk mengalihkan pos anggaran.
“Efisiensi ini dapat mengganggu tercapainya acara juga juga bisa jadi menciptakan pertumbuhan ekonomi 2025, diperkirakan belaka 4,7%. Karena efisiensinya ini hanya sekali untuk MBG. Karena kita tahu juga dampak MBG ternyata tidaklah sebesar itu (terhadap perekonomian nasional), keterlibatan UMKM -nya juga masih minim,” pungkasnya.






