
JAKARTA – Dalam rangka melaksanakan 100 Hari Kerja Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran , Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bersinergi dengan Menteri Perumahan dan juga Kawasan Pemukiman (PKP), Menteri Koperasi dan juga Usaha Kecil Menengah (UMKM), juga Kepala Badan Pengawas Jalan keluar dan juga Makanan (BPOM).
Berkat kolaborasi ini, berbagai kebijakan strategis telah dilakukan diimplementasikan untuk mempercepat perkembangan infrastruktur, meningkatkan kekuatan sektor UMKM, dan juga meningkatkan kualitas serta keamanan komoditas konsumsi. Semua kebijakan yang dimaksud memiliki peran penting pada menyokong pemulihan ekonomi nasional .
“Kapasitas Kementerian BUMN sebagai support system kementerian-kementerian teknis siap berikrar kemudian mengupayakan penuh seluruh acara yang digunakan telah lama menjadi fokus pemerintahan Presiden Prabowo. Jadi, BUMN siap berkolaborasi dengan intensif dengan berbagai kementerian, badan, kemudian lembaga di mewujudkan inisiatif untuk pemulihan serta peningkatan sektor ekonomi nasional,” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir pada Jakarta, Rabu (22/1).
1. Pemerataan Sektor Bisnis & Pemberantasan Kemiskinan di Akselerasi Pembangunan 3 Juta Rumah
Dalam 100 hari kerja pemerintahan, Menteri BUMN dengan Menteri PKP, telah lama mempercepat penyelenggaraan proyek infrastruktur utama, termasuk rumah subsidi untuk warga berpenghasilan rendah. Kementerian BUMN dengan Perumnas berhasil merancang juga menyediakan hunian layak, nyaman, kemudian terjangkau yang dimaksud berkonsep Transit Oriented Development (TOD), yang dimaksud berlokasi dalam beberapa wilayah strategis.
Di antaranya, Samesta Mahata Margonda yang mana menyediakan 940 Unit juga satu-satunya hunian yang menyatu dengan Stasiun KRL Pondok Cina. Lalu, Samesta Mahata Serpong yang dimaksud menyiapkan 1.861 Unit serta terintegrasi dengan Stasiun Rawabuntu. Samesta Mahata Tanjung Barat yang merancang 1.216 Unit hunian yang digunakan juga menempel dengan Stasiun Tanjung Barat, juga Samesta Parayasa yang mana merupakan satu–satunya hunian memiliki konsep TOD Landed, serta tergabung dengan Stasiun Lumpang Parayasa.
Bahkan, Kementerian BUMN melalui PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk juga menyediakan pembiayaan terjangkau dengan merancang skema kredit pemilikan rumah (KPR) dengan tenor hingga 30 tahun.
2. Menguatkan Sektor Bisnis di Pembangunan Industri Kreatif lalu Menguatkan UMKM.
Dalam merealisasikan komitmen terhadap Asta Cita, khususnya di bidang Pemerataan Perekonomian serta Pemberantasan Kemiskinan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sama-sama Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan juga Menengah (UMKM) meluncurkan sinergi inisiatif untuk menggerakkan kewirausahaan kemudian pengembangan sektor kreatif di tempat Indonesia.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mempercepat perkembangan sektor ekonomi yang digunakan inklusif dan juga menciptakan lebih tinggi berbagai kesempatan usaha bagi warga di area berbagai daerah.
Program ini melibatkan seluruh BUMN yang mana tergabung pada “Rumah BUMN” sebagai mitra strategi di pelatihan, pendampingan, lalu fasilitasi bagi pelaku usaha mikro hingga kreator lokal. Dengan memanfaatkan jaringan juga sumber daya BUMN, inisiatif ini dirancang untuk memberikan dampak secara langsung terhadap peningkatan kapasitas pelaku UMKM, sehingga merek mempunyai daya saing lebih lanjut berkompetisi di dalam bursa domestik maupun global.
Selain itu, Menteri BUMN bersama-sama dengan Menteri UMKM melalui Bank Himbara yang terdiri dari Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), serta Bank Tabungan Negara (BTN) melakukan akselerasi di Rencana Penghapusan Piutang Macet UMKM. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kesempatan baru bagi pelaku UMKM untuk bangkit juga melanjutkan usaha mereka itu yang mana terdampak berbagai tantangan ekonomi.
3. Perbaikan Daya Saing kemudian Mutu UMKM di tempat Pasar Global melalui Pengawasan Layanan Konsumsi Melalui Sertfikasi Produk
Menteri BUMN menggandeng Kepala Badan Pengawas Penyelesaian lalu Makanan (BPOM) melakukan kerjasama strategis di peningkatan daya saing lalu kualitas UMKM melalui acara Sertifikasi bagi pelaku Usaha Mikro, kecil lalu Menengah (UMKM).
Kolaborasi yang diadakan ini bertujuan untuk menguatkan sistem pengawasan kemudian sertifikasi produk, khususnya produk–produk yang diproduksi oleh UMKM, sehingga UMKM dapat meningkatkan daya saing dalam lingkungan ekonomi Global.






