
JAKARTA – China meningkatkan pembelian minyak dari Brasil kemudian Afrika Barat akibat meningkatnya nilai tukar minyak di dalam Timur Tengah. Hal itu dilaporkan Sumber Berita Reuters pada Rabu (18/2). Tak cuma itu, sanksi Negeri Paman Sam terhadap Rusia juga Iran juga mengganggu pasokan minyak China.
Analis senior Vortexa, Emma Li, menyatakan bahwa impor minyak mentah China dari Brazil diperkirakan akan meningkat dalam paruh kedua bulan Februari. Volume bulanan dapat mencapai 3 jt metrik ton atau setara dengan 800.000 barel per hari (bph). “Ini akan menjadi level impor tertinggi di setidaknya delapan bulan terakhir,” ujar dia.
Impor minyak mentah China dari Brazil juga Angola diperkirakan akan meningkat secara signifikan. Informasi Kpler menunjukkan, kenaikan 49% secara bulanan untuk minyak mentah Brazil kemudian 36% secara bulanan untuk minyak mentah Angola.
Sejumlah kargo dari Brasil juga Angola akan tiba pada Maret lalu April sebab risiko juga ketidakpastian seputar minyak yang dimaksud terkena sanksi. Pasokan minyak yang dimaksud untuk memenuhi kilang baru di area Shandong Yulong Petrochemical dengan kapasitas 200.000 bph.
Yulong, sebuah perusahaan energi dengan syarat China ini sudah pernah membeli empat pengiriman minyak Angola, yang tersebut mencakup berbagai jenis minyak termasuk Dalia, Plutonio, kemudian Girassol. Selain minyak Angola, Yulong juga sudah pernah mendapatkan satu kargo minyak mentah Nemba dari Nigeria.
Informasi ini berasal dari orang penjual yang mana miliki pengetahuan secara langsung tentang proses tersebut, menyoroti keterlibatan berpartisipasi Yulong di tempat pangsa minyak internasional lalu pengadaan strategis minyak mentah dari berbagai sumber pada Afrika untuk memenuhi keperluan penyulingan dan juga energinya.
Sebagai informasi, Arab Saudi, yang tersebut merupakan pemasok minyak mentah terbesar kedua ke China pasca Rusia, meninggal harga jual minyak mentahnya untuk pengiriman bulan Maret. Kenaikan nilai ini merupakan yang dimaksud tertinggi pada lebih besar dari satu tahun terakhir.






