
JAKARTA – Sebuah deposit besar ‘emas putih’ senilai USD540 miliar atau setara Rp9.000 triliun telah dilakukan ditemukan dalam dasar danau di tempat California Selatan.
Danau Salton merupakan danau terbesar di area Amerika Serikat (AS), yang dimaksud diteliti oleh para ilmuwan sebagai bagian dari proyek penelitian Departemen Daya serta Informan Daya Mineral.
“Ini adalah salah satu deposit air garam lithium terbesar di dalam dunia. Hal ini dapat menciptakan Amerika Serikat benar-benar swasembada lithium dan juga berhenti mengimpornya melalui China,” ujar Michael McKibben, manusia profesor geokimia di tempat University of California Riverside dilansir dari Indy100, Selasa (25/3/2025).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan berapa berbagai lithium, yang mana rutin disebut sebagai emas putih lantaran penampilannya seperti pasir di tempat bawah permukaan danau.
Para ilmuwan memperkirakan sekitar 18 jt ton lithium ada di dalam dasar danau dengan 4 jt ton telah dilakukan dikonfirmasi melalui pengeboran. Dengan pasokan lithium yang mana sangat besar, Negeri Paman Sam dapat memproduksi elemen penyimpan daya yang digunakan cukup untuk memberikan daya untuk 382 jt kendaraan listrik, menjadikannya pemegang lithium terbesar di dalam dunia, mengungguli China. Dengan penemuan ini, Danau Salton pada saat ini telah lama menjadi reservoir lithium terbesar di dalam dunia.





