
JAKARTA – Sengketa tanah yang melibatkan mendiang Mat Solar akhirnya berakhir secara damai pasca melalui proses mediasi antara pihak keluarga dan juga Muhammad Idris, yang juga mengklaim kepemilikan menghadapi tanah seluas 1.300 meter persegi yang mana terdampak proyek tol Cinere–Serpong.
Kasus sengketa tanah ini bermula sejak 2019 akibat adanya klaim ganda lalu kesalahan pencatatan administrasi yang digunakan menghambat pencairan ganti rugi, meskipun Mat Solar berhak menerima kompensasi berhadapan dengan lahan tersebut.
Setelah bertahun-tahun tertunda, kesepakatan damai akhirnya dicapai dengan difasilitasi oleh PT Cinere Serpong Jaya. Di mana kuasa hukum keluarga Mat Solar, Khairul Imam mengungkapkan bahwa ganti kerusakan tanah sebesar Rp3,3 miliar dijadwalkan akan dicairkan pada 26 Maret 2025.
“Betul sudah terjadi perdamaian. Ada lah pihak PT Cinere Serpong Jaya yang dimaksud memfasilitasi perdamaian antara kami dengan Haji Idris,” kata Khairul Imam di tempat Jakarta, baru-baru ini.
“Sampai tanggal 26 (26 Maret 2025) itu akhirnya ada pencairan (uang ganti rugi),” sambungnya.
Khairul Imam menjelaskan bahwa perdamaian ini didorong oleh pertimbangan kemanusiaan kemudian fakta bahwa bintang sinetron Bajaj Bajuri itu sudah tiada. Sementara kedua belah pihak sama-sama membutuhkan penyelesaian.
“Dengan pertimbangan mas Idham (anak juga ahli waris Mat Solar) dan juga keluarga, ya sudah,” jelasnya.
“Almarhum juga telah tiada. Kita sama-sama saling memerlukan (penyelesaian). Jadi kita berdamai,” tambahnya.






