
MOSKOW – Mayoritas menteri keuangan dan juga kepala bank sentral dari kelompok negara-negara BRICS tidaklah hadir di pertemuan tingkat tinggi dalam Kota Moskow pada hari Hari Jumat (11/10), kemarin mendekati KTT BRICS akhir bulan ini. Sebagai gantinya para petinggi sektor ekonomi BRICS mengirimkan lebih tinggi berbagai pejabat divisi junior sebagai gantinya, berdasar dokumen resmi.
Menteri keuangan dari Mesir serta Uni Emirat Arab (UEA) juga kepala bank sentral Iran terpantau masih hadir ketika Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov menghadirkan menciptakan alternatif sistem keuangan global yang digunakan didominasi Barat.
Akan tetapi menteri keuangan dan juga kepala bank dari China, India juga Afrika Selatan menjauh dari pertemuan Moskow, sebaliknya merek mengirim deputi atau pejabat yang mana lebih banyak kategori junior sebagai gantinya. Situasi yang dimaksud sehari setelahnya ajudan Kremlin, Yuri Ushakov menuduh Barat menekan negara-negara untuk tak mengunjungi KTT BRICS.
Sebagai informasi BRICS pada awal berdirinya belaka berisikan Brasil, Rusia, India, dan juga China. Namun saat ini BRICS telah sangat jauh berkembang, mencakup dalam dalamnya ada Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, UEA, serta Arab Saudi.
Pertemuan para pejabat keuangan di dalam Kota Moskow merupakan jadwal rutin mendekati rapat G20, dimana KTT didahului oleh pertemuan pejabat tinggi ekonomi. Ajang yang disebutkan dipakai untuk menguraikan proposal yang digunakan akan ditinjau oleh para pemimpin di area KTT, mendatang.
Rusia, yang digunakan dijatuhi sanksi keras oleh Barat melawan perangnya di dalam negeri Ukraina lalu terputus dari lingkungan ekonomi modal internasional, mencoba merayu mitra BRICS dengan inisiatif seperti penciptaan sistem pembayaran internasional BRICS Bridge.
“Menciptakan inisiatif pembayaran lintas batas adalah tugas utama kami,” kata Siluanov terhadap para pejabat.
Rusia juga menggerakkan pembentukan pusat kliring BRICS, lembaga pemeringkat, perusahaan reasuransi, dan juga bursa komoditas. Tak berhenti sampai disitu, Siluanov juga mengusulkan dibentuknya platform digital penanaman modal dengan berdasarkan Bank Pembangunan Baru grup, satu-satunya lembaga keuangan yang mana berfungsi.
Platform ini akan menggunakan bentuk operasi digital baru, katanya, tanpa menjelaskan lebih tinggi lanjut.
Transaksi Rusia Tersendat
Rusia baru-baru ini mengalami penundaan kegiatan internasional dengan mitra dagangnya, termasuk negara-negara anggota BRICS, lantaran bank-bank di area negara-negara ini takut terkena sanksi dari regulator Barat.






