
JAKARTA – Kamar Dagang lalu Industri ( Kadin ) tetap memperlihatkan optimistis Pemerintahan Prabowo-Gibran sama-sama dunia usaha dapat mengatasi berbagai tantangan baik dari sisi global maupun domestik serta menciptakan banyak potensi untuk mengupayakan perkembangan kegiatan ekonomi secara optimal menuju 8% . Untuk itu, Kadin sudah pernah menghasilkan catatan khusus juga rekomendasi.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengatakan, salah satu hal yang tersebut paling penting untuk Indonesia ketika ini adalah investasi. Menurutnya, untuk menghadirkan pembangunan ekonomi ke Indonesia yang penting untuk digarisbawahi adalah mengenai kepastian hukum yang akan menjadi cikal akan datang kebangkitan atau keberlanjutan dari penanaman modal yang dimaksud sangat dibutuhkan pada Indonesia.
Hal yang dimaksud disampaikan Anin, demikian sapaan akrabnya, pada sambutannya secara daring melalui video conference di area acara “Kadin: Global and Domestic Economic Outlook 2025” di tempat Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Mulai Pekan (30/12/2024).
Acara yang digunakan mengusung tema “Mengorkestrasi Tantangan Perekonomian Global & Domestik Sebagai Kans Mendorong Pertumbuhan Kondisi Keuangan 8% kemudian Keseimbangan Publik” itu dihadiri 58 undangan yang datang langsung, juga 279 undangan yang dimaksud hadir secara daring baik dari Dewan Pengurus Harian Kadin Indonesia dan juga jajarannya, Kadin Provinsi, Kabupaten/Kota, Asosiasi/Himpunan Anggota Luar Biasa Kadin Indonesia, dan juga para pimpinan media nasional.
“Kami meninjau penanaman modal meskipun masih ada tantangan di dalam sana-sini baik dari luar negeri dan juga di negeri, tetap memperlihatkan mempunyai prospek yang mana luar biasa. Kemarin pada waktu dua mingguan mendampingi lawatan (Presiden Prabowo Subianto) ke luar negeri, ke China, Amerika Serikat (AS), Peru, Brasil juga Inggris, Bapak Presiden miliki kemampuan untuk meyakinkan penanam modal dan juga berhasil mendapatkan komitmen investasi. Saya rasa ini suatu start yang bagus yang digunakan bisa saja menghasilkan kesempatan yang digunakan baik ke depannya,” ungkap Anin.
Menurutnya, program-program pemerintah untuk membantu penduduk luas juga akan membuahkan hasil yang dimaksud sangat baik pada jangka menengah dan juga panjang ke depannya. Karena bisa saja dirasakan dengan segera ketika bicara mengenai isu kemiskinan serta juga kelaparan. Program-program seperti makanan bergizi gratis juga lumbung pangan, juga kegiatan pengampunan utang UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) juga mampu menyebabkan para pelaku UMKM beraktivitas kembali di dunia usaha.
Selain itu, lanjut Anin, kegiatan rumah ekonomis akan berdampak sangat baik, demikian juga dengan pembangunan ekonomi jangka panjang seperti dalam di pendidikan, kesehatan, kemudian juga infrasruktur digital yang mana tentu merupakan sektor yang mana prospektif untuk Indonesia dapat berkompetisi serta mampu memproduksi kesejahteraan lebih besar baik.
“Jadi singkatnya, kami mengawasi bahwa ke depannya competitiveness (daya saing) dari Indonesia ini sangat besar, memang benar saya tak menghentikan mata banyak tantangan seperti yang tadi disebutkan isu yang lagi marak mengenai PPN 12%, daya beli penduduk khususnya kelas menengah, isu penggantian tenaga kerja dan juga lain-lain,” jelasnya.
“Tapi semua itu tentu di area sinilah tugas Kadin ada dua, yang dimaksud pertama bekerja dengan konstituen, yaitu Kadin Provinsi lalu juga seluruh perusahaan, termasuk BUMN kemudian koperasi yang dalam bawah naungan Kadin untuk mampu mengarungi semua ini dengan baik. Dan kedua, Kadin menjadi mitra strategis pemerintah yang digunakan baik di kegiatan mengupayakan perkembangan kegiatan ekonomi 8% lalu menurunkan kemiskinan bahkan sampai 0%,” paparnya.






