
BOGOR – Saat kecil, Septian Bagaskara mungkin saja tak pernah membayangkan bahwa suatu hari namanya akan terpanggil ke Timnas Indonesia . Dari lapangan mudah pada Kediri hingga kesempatan membela Garuda pada Kualifikasi Piala Global 2026 , perjalanan striker Dewa United ini adalah kisah tentang kerja keras, ketekunan, juga kejutan yang dimaksud datang pada pada waktu yang tak disangka-sangka.
Ketika daftar 27 pemain sementara Timnas Indonesia diumumkan, nama Septian ada dalam dalamnya. Kejutan itu seakan menjadi fase baru di kariernya yang digunakan telah terjadi ditempa perjalanan panjang di dalam berbagai klub.
“Perasaannya senang mampu membela Timnas Indonesia. Awalnya bukan menyangka bisa jadi dipanggil,” ujar Septian pada Bogor, Hari Senin (10/3/2025).
Septian tahu bahwa kesempatan seperti ini tak datang dua kali. Meski tanpa persiapan khusus, ia tetap saja menjaga fokus, berlatih seperti biasa bersatu Dewa United, lalu mengantisipasi kepercayaan dari pelatih Patrick Kluivert .
“Untuk persiapan, mirip seperti biasa. Saya cuma ingin maksimal di latihan kemudian siap menjalankan instruksi pelatih,” katanya.
Dua pertandingan berat menanti di dalam depan: melawan Australia di tempat Sydney Football Stadium (20 Maret 2025) lalu menjamu Bahrain di dalam SUGBK (25 Maret 2025). Septian tak mau larut pada ekspektasi, tetapi siap menjawab tantangan dengan metode sendiri.
“Saya akan menyokong siapa pun yang dimaksud diturunkan. Kalau diberi menit bermain, saya akan memaksimalkannya,” kata beliau dengan penuh optimisme.
Lahir di tempat Kediri, 26 September 1997, sepak bola terus-menerus menjadi bagian dari hidup Septian. Ia memulainya di area SSB Triple’S, lalu mendapat kesempatan emas untuk berlatih dalam Manchester United Soccer School pada 2015. Di sana, ia belajar dengan segera dari legenda Andy Cole juga bahkan mencetak gol ke gawang Manchester United U-17.
Sepulangnya ke Indonesia, ia melanjutkan perjuangan dalam klub-klub yang dimaksud membentuk mentalitasnya sebagai individu pesepak bola. Dari Persedikab Kediri (2016), kemudian Persik Kediri yang dimaksud membawanya menjuarai Turnamen 3 (2018) lalu Kejuaraan 2 (2019), hingga akhirnya menyebabkan klubnya pemasaran ke Kejuaraan 1.
Perjalanannya tiada setiap saat mulus. Ia sempat dipinjamkan ke Persekat Tegal, lalu bergabung dengan RANS Nusantara FC pada musim 2022-2023. Baru sejak 2023, ia menemukan tempat di tempat Dewa United, dalam mana musim ini ia tampil cukup tajam dengan tujuh gol dalam Turnamen 1, menjadikannya pencetak gol lokal terbanyak.
Posturnya yang digunakan 183 cm menjadi keunggulan tersendiri. Ketajamannya di duel udara, kecerdikan pada bergerak tanpa bola, juga insting mencetak gol menarik perhatian Patrick Kluivert, yang tersebut akhirnya memberinya kesempatan berseragam Timnas Indonesia.
Bagi Septian, panggilan ini bukanlah sekadar pencapaian pribadi, tetapi tanggung jawab besar. Pada usia 27 tahun, ia berada di area titik krusial di kariernya.
Jika mampu membuktikan diri di tempat level internasional, tidak tak mungkin saja namanya akan semakin diperhitungkan, baik di tempat Timnas maupun di tempat Kejuaraan 1. Kini, semuanya ada di area tangannya.






