Olahraga

14 Pemimpin Global yang tersebut Menyokong Zelensky setelahnya Bertengkar dengan Trump, Mayoritas Anggota NATO

WASHINGTON – Presiden negara Ukraina Volodymyr Zelensky mengucapkan terima kasih untuk para pemimpin Barat yang mendukungnya melalui puluhan unggahan dalam akun resminya di area X.

Zelensky mengunggah ulang cuitan para pemimpin dalam X, dengan pesan: “Terima kasih berhadapan dengan dukungan Anda.”

Langkah ini diambil pasca Vance, perwakilan presiden AS, menuduhnya tiada mengucapkan “terima kasih” selama kunjungannya ke Gedung Putih sebelumnya.

14 Pemimpin Bumi yang digunakan Menyokong Zelensky setelahnya Bertengkar dengan Trump, Mayoritas Anggota NATO

1. Rumania

Ilie Bolojan, presiden sementara Rumania, menulis di area X: “Keamanan tanah Ukraina sangat penting bagi keamanan Eropa. Kita semua harus bersatu untuk memperjuangkan nilai-nilai, kebebasan, juga perdamaian kita.”

2. Austria

Alexander Schallenberg, kanselir sementara Austria, menyatakan bahwa ia membantu Ukraina, sementara kementerian luar negeri negara itu mengatakan: “Rusia adalah agresor juga kami memiliki komitmen yang mirip dengan negara Ukraina untuk perdamaian yang dimaksud komprehensif, adil, kemudian abadi!”

3. Irlandia

Michael Martin, perdana menteri Irlandia, memuji ketahanan dan juga keberanian rakyat tanah Ukraina juga berkata: “Ketika saya bertemu dengan Presiden Zelenskyy kemarin, saya menegaskan kembali dukungan penuh kami untuk perdamaian yang mana adil, langgeng, serta berkelanjutan.”

Simon Harris, menteri luar negeri Irlandia, menyatakan “Ukraina tidak ada dapat disalahkan menghadapi pertempuran yang tersebut disebabkan oleh invasi ilegal Rusia ini. Kami menyokong Ukraina.”

4. Belgia

Bart De Wever, perdana menteri Belgia, berkata: “Kami menggalang tanah Ukraina juga rakyat tanah Ukraina di perjuangan bersejarah mereka untuk mempertahankan diri dari agresi Rusia yang tidak ada beralasan. Perjuangan mereka adalah perjuangan kita. Bersatu kita kuat.”

Baca Juga: Efisiensi Tanpa Henti, Menggelorakan Revolusi Sayap Kanan

5. Selandia Baru

Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon mengungkapkan negaranya “tetap teguh pada menyokong Ukraina,” yang dimaksud “membela negara yang tersebut bangga, demokratis, kemudian berdaulat, tetapi juga membela hukum internasional”.

6. Parlemen Eropa

Roberta Metsola, presiden Parlemen Eropa, dan juga Antonio Costa, presiden Dewan Eropa mengungkapkan “martabat Zelenskyy menghormati keberanian rakyat Ukraina” juga menambahkan: “Jadilah kuat, jadilah berani, jangan takut, Anda bukan pernah sendirian.”

6. Luksemburg

Luc Frieden, perdana menteri Luksemburg, menyatakan negaranya membantu Ukraina. “Anda berjuang untuk kebebasan dan juga tatanan internasional yang mana berdasarkan aturan,” katanya.

7. Finlandia

Petteri Orpo, perdana menteri Finlandia, menyatakan negaranya menggalang negeri Ukraina dengan teguh serta akan melanjutkan “dukungan juga upaya kami yang tak tergoyahkan menuju perdamaian yang tersebut adil dan juga abadi”.

8. Kroasia

Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic mengatakan, “Kroasia tahu dari pengalamannya sendiri bahwa hanya saja perdamaian yang digunakan adil yang dapat bertahan lama” lalu menyatakan pemerintahnya yakin negeri Ukraina membutuhkan perdamaian “yang berarti kedaulatan, integritas teritorial, serta Eropa yang digunakan aman”.

9. Prancis

Melansir Al Jazeera, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan untuk wartawan di tempat Portugal bahwa Rusia adalah “agresor” pada pertempuran negeri Ukraina dan juga warga negeri Ukraina adalah “orang-orang yang mana diserang”.

“Saya pikir kita semua benar membantu negara Ukraina juga memberi sanksi terhadap Rusia tiga tahun lalu, lalu terus melakukannya. Kita, yaitu Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Jepang, juga banyak lainnya,” kata Macron.

“Dan kita harus berterima kasih untuk semua orang yang digunakan sudah membantu juga menghormati dia yang dimaksud telah terjadi berjuang sejak awal. Karena dia berjuang untuk martabat, kemerdekaan, anak-anak, lalu keamanan Eropa. Ini adalah adalah hal-hal sederhana, tetapi baik untuk diingat pada saat-saat seperti ini, itu saja,” tambahnya.

10. Jerman

Kanselir Olaf Scholz yang mana akan lengser mengatakan, “Ukraina dapat mengandalkan Jerman lalu Eropa.”

“Tidak ada yang lebih tinggi menginginkan perdamaian daripada warga Ukraina! Itulah sebabnya kita bersama-sama mencari jalan menuju perdamaian yang dimaksud langgeng lalu adil,” katanya.

Friedrich Merz, yang tersebut diharapkan menjadi kanselir Jerman berikutnya, berbicara terhadap Zelenskyy di dalam X, dengan menyatakan: “Kami mengupayakan negara Ukraina pada masa-masa baik kemudian masa-masa sulit. Kita tidaklah boleh menyamakan agresor dan juga korban di peperangan yang mengerikan ini.”

Johann Wadephul, manusia legislator utama dari partai Kanselir Jerman Friedrich Merz yang dimaksud baru, juga menyokong Ukraina.

Related Articles

Back to top button