
Oscar McCracken, petinju muda berbakat dengan julukan unik Oscar De La Lawyer, berada dalam mencuri perhatian dunia tinju. Bukan semata-mata akibat bakatnya di dalam melawan ring, tetapi juga oleh sebab itu ambisi gandanya untuk menjadi pengacara sukses.
Putra dari mantan juara kelas welter IBO, Spencer McCracken, juga keponakan dari ahli ternama Rob McCracken, Oscar mempunyai darah tinju yang dimaksud kental. Namun, ia memilih jalur yang tersebut bukan biasa dengan menempuh sekolah tinggi. Pada tahun 2020, ia meraih peringkat sarjana hukum dari University of Warwickshire juga sekarang sedang menyelesaikan ujian untuk menjadi pengacara penuh waktu.
Oscar mengungkapkan bahwa menyeimbangkan dua karier ini bukanlah hal yang mudah. “Sangat sulit untuk menjalankan kedua karier tersebut, tetapi saya akan menyelesaikannya,” ujarnya. Ia menjalani hari-harinya dengan bekerja di dalam firma hukum, berlatih tinju, lalu belajar untuk ujian pengacara.
Julukan “Oscar De La Lawyer” yang dimaksud ia sandang ternyata mempunyai cerita tersendiri. “Awalnya, saya miliki julukan juri, hakim, lalu algojo. Namun, pasca berdiskusi dengan seseorang yang tersebut berprofesi sebagai pengacara, ayah saya mengusulkan ‘Oscar De La Lawyer’ juga seluruh ruangan tertawa terbahak-bahak, jadi saya tahu itu benar,” ungkapnya.
Oscar juga mengungkapkan bahwa ia mengidolakan Carl Froch, petinju legendaris yang digunakan pernah dilatih oleh pamannya. “Dia adalah sosok yang digunakan saya kagumi sejak kecil, dan juga saya ingin menjadi seperti dia,” katanya.
Ambisi Besar di dalam Planet Tinju
Dengan tiga pertandingan profesional yang digunakan sudah ia jalani, Oscar mempunyai ambisi besar untuk mencapai puncak karier tinjunya. Ia percaya bahwa dengan latar belakang keluarganya lalu dukungan dari berbagai pihak, ia akan mampu meraih kesuksesan pada dunia tinju.
“Ini adalah kesempatan besar bagi McCracken untuk terjun ke olahraga ini di area pada waktu olahraga ini sedang berprogres pesat. Saya mendapatkan pengalaman saya di tempat acara-acara kecil dan juga akan maju ketika waktunya tepat. Karena saya belajar hukum, saya tidak ada perlu terburu-buru mendapatkan kepuasan segera dari pendapatan besar,” imbuhnya.






