
JAKARTA –Penyanyi IU membagikan makanan untuk para penggemarnya yang tersebut sudah pernah bergabung pada unjuk rasa yang menyerukan pemakzulan Presiden Yoon.
Agensi IU , EDAM Entertainment mengumumkan melalui kafe penggemarnya tentang apa yang digunakan dilaksanakan artinya itu.
“Dalam cuaca dingin, kami ingin menghangatkan tangan ‘UAENA’ (fandom IU) yang digunakan memegang I-U (lightstick) mereka itu di dalam rapat umum, yang digunakan mencerahkan suasana. Jadi, kami menyiapkan makanan lalu penghangat tangan,” kata agensi disitir koreaboo.
Pada momen ini, pasukan IU menyiapkan 100 mangkuk sup serta sup tulang sapi (gomtang), 100 porsi sup nasi (ttokguk) terpisah, 100 potong roti, 100 potong tteok (kue beras), lalu 100 minuman.
Sumbangan makanan ini berlangsung pada Sabtu, 14 Desember 2024, hingga persediaan habis. Timnya pun mengajukan permohonan para demonstran untuk meninjau waktu pengambilan yang mana tersedia di tempat setiap toko pada panduan berikut sebelum berkunjung. Pasalnya, jam operasional lalu waktu pengambilan dapat berbeda pada setiap lokasi.
“Meskipun Anda bukanlah anggota klub penggemar resmi, siapa pun yang digunakan hadir di rapat umum dapat menerima makanan (atau minuman) kemudian penghangat tangan berdasarkan siapa yang datang pertama. Cukup sebutkan bahwa Anda adalah ‘Uena’ di dalam toko,” tulisnya.
“Acara akan berakhir pasca persediaan habis, jadi harap diperhatikan. Meskipun pembaruan waktu nyata tentang ketersediaan persediaan mungkin saja tidak ada memungkinkan, status akan diperbarui di pengumuman asli pasca dikonfirmasi di tempat toko. Harap dipahami bahwa mungkin saja ada beberapa keterlambatan di pembaruan, tergantung pada situasi pada lapangan,” tutur EDAM Entertainment.
Netizen memuji IU oleh sebab itu mengambil sikap juga membantu penggemarnya yang dimaksud berunjuk rasa. Mereka berharap tindakan IU akan menggerakkan lebih lanjut berbagai selebritas untuk menggunakan wadah merek demi kebaikan.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa pada Selasa, 3 Desember, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengumumkan “darurat militer darurat” melalui pengarahan yang dimaksud disiarkan televisi, dengan janji untuk “memberantas pasukan pro-Korea Utara dan juga melindungi tatanan demokrasi konstitusional.” Ia menuduh oposisi “mengendalikan parlemen,” “bersimpati” dengan Korea Utara dan juga melumpuhkan pemerintah melalui tindakan anti-negara.






