
RIYADH – Oleksandr Usyk kembali menunjukkan dominasinya dalam kelas berat setelahnya mengalahkan Tyson Fury untuk kedua kalinya pada rematch yang tersebut diselenggarakan di tempat Riyadh, Arab Saudi. Kemenangan gemilang ini membuka jalan bagi Turki Alalshikh, raja tinju Saudi, untuk merancang pertarungan besar berikutnya yang dimaksud diimpikan dilakukan di tempat tanah Arab.
Dalam laga kedua dia tahun ini, Usyk berhasil mempertahankan gelar kejuaraan WBA (Super), WBC, WBO, IBO, kemudian The Ring dengan kemenangan mutlak. Tiga juri setuju memberikan skor 116-112 untuk petinju dengan syarat tanah Ukraina tersebut. Ini adalah menjadi kekalahan kedua di karier profesional Fury, yang digunakan semuanya datang dari tangan Usyk.
Meskipun demikian, Fury tetap memperlihatkan bersikeras bahwa ia merasa mengungguli kedua pertarungan melawan Usyk. “Para juri memberinya hadiah Natal. Saya merasa telah terjadi mengungguli kedua laga,” ujar Fury. Namun, komentar yang disebutkan dibalas dingin oleh Usyk, yang mana menyindir promoter Fury, Frank Warren, dengan menyebutnya “buta”.
Turki Alalshikh, sosok kunci di kebangkitan Arab Saudi sebagai tuan rumah event tinju dunia, telah terjadi mengungkapkan rencana ambisiusnya untuk tahun 2025. Ia berharap dapat mempertemukan Usyk dengan Daniel Dubois apabila Dubois berhasil mengalahkan Joseph Parker pada Februari mendatang.
Selain itu, duel yang tersebut sudah pernah lama dinantikan oleh penggemar tinju dunia, yaitu Tyson Fury melawan Anthony Joshua, juga menjadi prioritas Turki. “Jika [Daniel] Dubois menang, saya ingin mengawasi Usyk dan juga Dubois bertemu lagi. Dan saya ingin Tyson melawan [Anthony] Joshua. Segalanya kemungkinan besar terjadi di dalam Riyadh Season,” ujar Turki untuk The Stomping Ground.
Arab Saudi, khususnya Riyadh, terus mengukuhkan diri sebagai pusat baru dunia tinju. Dalam beberapa tahun terakhir, negara ini menjadi tuan rumah berbagai pertandingan besar, termasuk dua duel Usyk vs Fury yang mana berlangsung di area ibu kota Saudi tersebut.
Dengan ambisi besar yang mana dirancang Turki Alalshikh, penggemar tinju dapat mengharapkan Riyadh menjadi panggung utama untuk beberapa pertarungan paling spektakuler pada sejarah olahraga ini. Tahun 2025 tampaknya akan menjadi momen emas bagi tinju dunia di area Timur Tengah.






