
Media Massa Inggris menyindir penunjukan Patrick Kluivert sebagai Pelatih Timnas Indonesia . Salah satu kolumnis ternama The Guardian, John Duerden, menulis bahwa langkah menggandeng Patrick Kluivert menghasilkan Indonesia seperti kembali ke zaman Hindia Belanda.
Dalam artikel berjudul “The Future is Oranje: Kedatangan Kluivert Memperkuat Pergeseran Indonesia ke Belanda”, Duerden mengulas bagaimana langkah ini meningkatkan kekuatan hubungan historis sepak bola Indonesia dengan Belanda, termasuk menyebutkan penampilan Hindia Belanda di tempat Piala Global 1938.
Duerden menyindir, dengan menggunakan konteks sejarah kolonial, Indonesia seolah kembali ke masa lalu. “Pada tahun 1938, Indonesia progresif ke Piala Bumi sebagai Hindia Belanda. Mungkin, kata ‘Belanda’ sebaiknya dimasukkan kembali ke pada judul kelompok nasional mereka,” tulisnya.

Penunjukan Kluivert dianggap sejalan dengan kebijakan naturalisasi pemain keturunan Belanda yang digunakan diadakan PSSI. Ia juga mengatakan delapan dari sebelas pemain yang dimaksud menang menghadapi Arab Saudi di area kualifikasi Piala Planet 2026 lahir di tempat Belanda.
Namun, kritik juga dilayangkan terkait rekam jejak Kluivert sebagai instruktur yang dinilai kurang meyakinkan dibandingkan kariernya sebagai pemain. “Ada kekhawatiran, pengalaman melatih Kluivert bukan sebanding dengan karier gemilangnya di area lapangan,” tulisnya.
Meski begitu, Duerden mengakui bahwa Kluivert bisa jadi menjadi pahlawan jikalau berhasil menyebabkan Indonesia ke Piala Global 2026, sebuah tantangan besar di area sisa empat laga kualifikasi Zona Asia.
Timnas Indonesia mempunyai kans lolos sebagai dua regu teratas dalam fase grup sesi ketiga Kualifikasi Piala Planet 2026 zona Asia, atau lewat putaran keempat. Dengan sisa empat pertandingan, Patrick Kluivert tentu akan mempunyai tugas krusial pada awal kariernya dengan Skuad Garuda.






