
JAKARTA – Mesir diklaim telah lama memberikan hak eksplorasi untuk perusahaan raksasa minyak Rusia , Lukoil untuk mengembangkan area utama produksi minyak bumi di dalam negara itu. Kabar ini dilaporkan oleh surat kabar Al Mal, mengutip dari sumber terkait yang digunakan tidak ada ingin disebutkan namanya.
Keputusan anggota baru BRICS belaka selang sebulan setelahnya Amerika Serikat (Amerika Serikat) berusaha mencapai Lukoil dengan sanksi baru. Raksasa minyak Rusia akan menginvestasikan minimal USD22,5 jt selama periode enam tahun ke konsesi Wadi Al-Sahel Selatan, tulis Al Mal.
Tidak seperti proses penawaran pada umumnya, konsesi diberikan melalui perjanjian dengan segera antara Kementerian Perminyakan Mesir lalu Lukoil. Dikutip dari RT, Lukoil belum mengkonfirmasi kesepakatan itu terhadap media Rusia.
Kesepakatan yang tersebut dilaporkan diyakini sebagai bagian dari beberapa proyek pengembangan minyak juga gas yang mana dicapai pemerintah Mesir dengan perusahaan asing pada awal bulan ini. Dengan total sekitar USD225,3 juta, proyek-proyek yang dimaksud mencakup wilayah Gurun Barat juga Sinai Utara.
Lukoil diketahui merupakan salah satu perusahaan minyak juga gas masyarakat terbesar dalam dunia, dimana produksinya terhitung sekitar 2% dari total minyak dunia. Lukoil adalah perusahaan swasta terbesar dalam Rusia di hal pendapatan.
Bulan lalu, sebagai informasi Negeri Paman Sam memberlakukan sanksi baru pada sektor energi Rusia, dengan berusaha mencapai beberapa perusahaan minyak, termasuk Lukoil lalu CEO-nya, Vadim Vorobyov. Tak lama pasca pembatasan diperkenalkan, perusahaan menunjuk pimpinan baru.
Pendiri Lukoil, Vagit Alikperov ditempatkan di tempat bawah sanksi Amerika Serikat pada tahun 2022, bukan berselang lama setelahnya eskalasi konflik Ukraina.
Mesir tidak negara baru bagi Lukoil, dimana perusahaan sudah berpartisipasi pada sektor energi negara itu selama tambahan dari dua dekade. Saat ini Lukoil sedang mengimplementasikan proyek produksi West Esh El-Mallaha di dalam gurun Timur, di dalam mana ia bertindak sebagai operator dengan 50% saham. Korporasi juga mempunyai 24% saham di dalam proyek Meleiha di tempat Gurun Barat.
Sementara itu Mesir bergabung menjadi anggota BRICS – sebelumnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, serta Afrika Selatan – pada awal tahun 2024. Selain Mesir, kelompok ini juga menyambut Uni Emirat Arab, Ethiopia, Iran, lalu Indonesia sebagai anggota baru.
Di sisi lain Kairo masih mempertahankan sikap netral terhadap konflik Ukraina, sembari menekankan pentingnya dialog dan juga solusi diplomatik.





