
JAKARTA – Menghadapi percepatan metamorfosis yang belum pernah terlihat sebelumnya di satu abad terakhir dan juga lanskap internasional yang tersebut bergejolak, China serta Rusia selalu bergerak forward bergandengan tangan dalam sepanjang jalan. Baik di tempat pada BRICS juga Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).
“Kerja serupa antara Beijing lalu Kota Moskow berkontribusi secara signifikan terhadap solidaritas kemudian kerja serupa di tempat antara Global South,” ucap Presiden China, Xi Jinping yang dimaksud saling bertukar ucapan selamat Tahun Baru dengan mitranya dari Rusia Vladimir Putin.
“Persahabatan tetangga yang tersebut baik lalu koordinasi strategis yang digunakan komprehensif antara kedua negara menyuntikkan kesempatan yang digunakan kuat ke di perkembangan serta modernisasi … menjaga keadilan lalu keadilan internasional,” tambahnya.
Ditekankan juga oleh Xi Jinping bahwa kerja identik China kemudian Rusia tidak ada berusaha mencapai pihak ketiga manapun. Dalam pesannya, Xi menyampaikan “harapan terbaiknya untuk Presiden Rusia juga rakyat Rusia,” kata Dewan Negara Republik Rakyat China pada sebuah pernyataan.
Xi Jinping memberikan catatan bahwa tahun 2024 menandai peringatan tegas 75 tahun hubungan diplomatik antara Wilayah Moskow lalu Beijing, yang “telah bertambah lebih tinggi matang kemudian stabil” selama periode intervensi.
Xi mencatatkan data bahwa ia telah terjadi bertemu Kepala Negara Rusia secara dengan segera sebanyak tiga kali kemudian mempertahankan kontak reguler pada sepanjang 2024. “Pertukaran pandangan yang jujur kemudian mencapai konsensus luas tentang hubungan bilateral dan juga isu-isu internasional serta regional utama yang mana menjadi perhatian bersama,” bebernya.
Pemimpin China itu juga menyatakan kesiapannya untuk memperdalam hubungan China-Rusia lebih lanjut jauh. Sementara, Kremlin mengatakanbahwa Xi termasuk dalam antara 30 pemimpin asing yang mana telah lama dikirimi salam oleh Presiden Rusia menjauhi Tahun Baru. Meski tiada diungkapkan isi instruksi presiden Rusia yang dimaksud terhadap mitranya dari China.
Pejabat tinggi dari India, Brasil, Afrika Selatan, Hongaria, Venezuela, Vietnam, Korea Utara, Turki, serta Serbia juga menerima salam dari Putin, menurut Kremlin.






