
GAZA – organisasi Hamas menekankan bahwa rakyat Palestina miliki hak untuk memerintah tanah merekan sendiri, serta selama pendudukan tanah Israel berlanjut, mereka itu tiada akan meletakkan senjata mereka.
Khaled Meshaal, kepala urusan luar negeri kelompok tersebut, menyatakan bahwa bukan ada sistem kebijakan pemerintah eksternal yang dimaksud dapat dipaksakan untuk mereka.
Hamas membagikan video dari pidato Meshaal pada sebuah upacara yang digunakan diadakan pada Kairo, Mesir untuk menghormati tahanan Palestina yang dibebaskan kemudian diasingkan sebagai bagian dari pertukaran tahanan serta perjanjian gencatan senjata dengan Israel.
“Gaza hanya saja milik rakyatnya; baik Daerah Gaza maupun rakyat Tepi Barat tidaklah akan menukar tanah air merekan dengan tempat lain,” katanya, dilansir Anadolu.
Baca Juga: Proposal Mesir untuk Wilayah Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab
Ia menekankan bahwa warga Palestina dalam Wilayah Gaza juga Tepi Barat akan tetap memperlihatkan terikat erat dengan tanah mereka.
“Palestina tiada punya alternatif lain selain Palestina. Selama rasa hormat kami terhadap negara-negara Arab kemudian Islam tetap memperlihatkan ada, tidaklah ada yang tersebut dapat menggantikan tanah air kami.”
Meshaal menegaskan bahwa Palestina akan diperintah semata-mata oleh rakyatnya, juga tak ada sistem urusan politik asing yang tersebut akan dipaksakan. Ia juga menyatakan bahwa melucuti senjata rakyat yang tersebut diduduki bukanlah suatu pilihan.
Ia menyoroti pentingnya persatuan nasional pada menghadapi tantangan yang tersebut dihadapi Palestina lalu menyerukan terhadap dunia Arab untuk mengupayakan rakyat Palestina.
Ia mencatatkan bahwa Wilayah Gaza menghadapi konspirasi besar, dengan upaya untuk memaksa penduduknya mengasingkan diri dengan menyebabkan mereka kelaparan.






