
JAKARTA – PT HM Sampoerna Tbk. ( Sampoerna ), bersatu perusahaan induk Philip Morris International (PMI), memperkenalkan berbagai barang tembakau inovatif bebas asap yang dikembangkan berdasarkan penelitian ilmiah dengan pendekatan pengurangan bahaya pada komoditas tembakau. Di Indonesia, Sampoerna telah dilakukan mengalokasikan sekitar USD330 jt atau setara Rp5,3 triliun untuk pembangunan ekonomi komoditas bebas asap.
“Investasi ini diwujudkan melalui peresmian sarana produksi hasil tembakau inovatif bebas asap di dalam Karawang, Jawa Barat, lalu pelepasan ekspor perdana ke Asia Pasifik pada awal 2023. Pabrik ini merupakan sarana produksi PMI untuk hasil tembakau inovatif bebas asap yang mana pertama pada Asia Tenggara kemudian ketujuh pada dunia,” ujar Head of Quality Sampoerna, Nikolas Widhi Ananggadipa di keterangan tertulis, Rabu (12/2/2025).
Menurut ia upaya ini menunjukkan peran terlibat Sampoerna sebagai salah satu pilar ekonomi nasional melalui penanaman modal berkelanjutan, hilirisasi, inovasi, penyerapan tenaga kerja, pengembangan sumber daya manusia, dan juga penciptaan nilai tambah untuk membantu target pemerintah di mencapai peningkatan sektor ekonomi 8%. Fasilitas produksi pada Indonesia difokuskan untuk memenuhi permintaan lingkungan ekonomi ekspor di area kawasan Asia Pasifik kemudian domestik, sejalan dengan langkah pemerintah mengupayakan pembangunan ekonomi serta meningkatkan ekspor barang jadi.
Dua tahun beroperasi, infrastruktur ini telah terjadi mengirimkan barang ke berbagai negara seperti Armenia, Azerbaijan, Negeri Matahari Terbit (duty free), Kazakhstan, Maldives, Malaysia, Nepal, New Zealand, Filipina, Pakistan, Korea (duty free), lalu lainnya. Layanan dari pabrik ini mendapat berbagai tanggapan positif dari negara tujuan. “Tanggapan yang tersebut kami terima sangat positif. Terbukti dari makin meningkatnya jumlah keseluruhan negara yang tersebut kami pasok,” ucap dia.
Hal ini juga merupakan bagian dari upaya Sampoerna untuk berkontribusi pada bidang kegiatan ekonomi melalui proses lanjut tembakau sebagai salah satu komoditas strategis nasional, dan juga industrialisasi hasil tembakau melalui pemanfaatan pembaharuan serta teknologi. Selain prasarana produksi, Sampoerna juga memulai pembangunan Laboratorium Pengujian lalu Analisis kelas dunia di dalam Karawang, Jawa Barat, yang dimaksud dilengkapi dengan infrastruktur untuk menguji kualitas komoditas tembakau inovatif bebas asap. Adapun laboratorium ini didukung oleh 200 tenaga ahli berkualifikasi tinggi dari di negeri.
“Saintis kami di dalam Indonesia berjumlah sekitar 200 orang yang tersebut terdiri dari talenta lokal lulusan universitas ternama di area Indonesia dan juga luar negeri,” ujar Nikolas.
Nikolas juga mengungkapkan kebanggaannya bahwa laboratorium di dalam Karawang adalah salah satu dari dua SuperLab PMI dalam seluruh dunia. “Sampoerna terpilih menjadi salah satu dari dua SuperLab PMI di dalam dunia, yang tersebut satu pada Indonesia serta satunya di dalam Italia. Kami sangat bangga memiliki infrastruktur ini,” jelasnya.
Hal ini merupakan hasil dari komitmen Sampoerna pada mengembangkan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui peningkatan kompetensi yang tersebut dapat memperkuat kemajuan individu, organisasi, lalu negara, yang mana turut menyokong perekonomian nasional maupun tempat juga menjadi bagian dari kemajuan bangsa. PMI terkesan dengan kekayaan talenta di tempat Indonesia, yang mana dinilai telah lama secara konsisten menunjukkan etos kerja yang digunakan kuat, dedikasi terhadap kemajuan, juga keinginan yang digunakan kuat untuk belajar.






