
JAKARTA – Delapan emiten berencana untuk melantai di tempat Bursa Efek Indonesia (BEI) di dalam awal Januari 2025. Adapun pemodal perlu memperhatikan hal ini sebelum membeli saham IPO (Initial Public Offering) .
Direktur PT Lotus Andalan Sekuritas, Santosa Kristianus Gunawan (Sanny) mengatakan, jikalau dilihat dari salah satu calon emiten yaitu PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), sejumlah pemodal mengamati tidak belaka dari bisnisnya saja.
“Jadi saham-saham yang dimaksud memang benar bukanlah belaka bisnisnya yang bagus ya dari RATU, tapi saham yang di tempat market itu sedikit kemudian berbagai sekali orang-orang yang mengawaitu saham CBDK (PT Bangun Kosambi Terwujud Tbk),” ungkap Sanny di Market Buzz IDX Channel, Kamis (9/1/2025).
Menurut Sanny, pada waktu ini sejumlah orang yang menjadi IPO hunter, merek lebih lanjut menanti lantaran telah mengamati kejatuhan saham perbankan di dalam 2024. Untuk itu, Sanny merekomendasikan untuk mengamati lebih banyak jeli kegiatan bisnis calon emiten yang tersebut ingin IPO daripada sahamnya dari prospektus yang diberikan perusahaan.
“Emiten itu kalau beliau mengeluarkan saham ke warga dengan total besar boleh dikatakan kita harus waspada, yang tersebut tak kalah pentingnya itu hasil IPO, pendanaan hasil IPO digunakan untuk apa, bayar utang kah, membeli aset atau afiliasinya, jadi di area prospektus lengkap, tak semua IPO bagus,” jelas Sanny.
Dari delapan emiten IPO, Sanny mengawasi prospek yang mana bagus dari PT Bangun Kosambi Terwujud Tbk (CBDK) yang tersebut akan mendirikan convention center di tempat PIK 2.
“Saya belum semuanya lihat, tapi dari CBDK itu pemegang emisinya Trimegah, merek berikrar untuk merancang convention center di area PIK 2 seperti ini yang digunakan kita lihat,” kata dia.
Saham pilihan yang dimaksud dapat jadi rekomendasi dalam antaranya
GOTO – Buy
UNVR – Buy
PNBN – Buy
AMMN – Buy






