
JAKARTA – Pembesaran prostat jinak (BPH) seringkali mengakibatkan gejala yang mengganggu kualitas hidup, seperti kesulitan buang air kecil, jumlah kali buang air kecil yang mana meningkat dan juga gangguan seksual.
Adapun lewat terapi konvensional dengan obat-obatan seringkali memunculkan efek samping seperti ejakulasi kosong, gangguan libido, disfungsi ereksi, kemudian badan lemas.
Selain itu, obat-obatan ini biasanya harus dikonsumsi di jangka panjang, yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien.
Menjawab keperluan itu, Rezum Water Vapor Therapy hadir lewat metode terapi minimal invasif yang digunakan menggunakan energi uap air panas untuk mengecilkan jaringan prostat yang digunakan membesar.

Dibandingkan dengan terapi lain, Rezum menawarkan solusi yang mana lebih tinggi nyaman, efektif, kemudian cepat, dengan durasi prosedur hanya sekali sekitar 10-15 menit.
Pasien biasanya mulai merasakan efek terapi di dua minggu hingga 1 bulan setelahnya prosedur, kemudian dapat berhenti mengonsumsi obat-obatan prostat.
Tentunya, terapi ini sangat bermanfaat teristimewa bagi pasien lanjut usia yang sudah ada mengonsumsi banyak obat untuk penyakit lainnya.
Sementara itu, terapi operatif seperti TURP (Transurethral Resection of the Prostate) atau ThuLEP/HoLEP (Laser Enukleasi Prostate) menghilangkan prostat sepenuhnya, yang tersebut berpotensi menyebabkan gangguan ejakulasi menetap serta mempengaruhi kualitas hidup pasien.
Rezum hadir sebagai alternatif di dalam antara penyembuhan medis kemudian operasi, dengan sifatnya yang digunakan minimal invasif. Terapi ini memanfaatkan uap panas yang digunakan menyebar secara efektif ke area prostat yang mana membesar, sehingga menjadi pilihan yang lebih besar aman, khususnya bagi pasien dengan risiko tinggi serta berbagai komorbiditas.






