
Anthony Cacace melepas sabuk IBF kelas bulu super untuk mencari pertarungan tinju terbesar yang memungkinkan kemudian mengamankan masa depan keluarganya. Langkah ini bukanlah hal yang dimaksud tidaklah terduga, oleh sebab itu ada pembicaraan bahwa Cacace (23-1, 8 KO) akan menghadapi mantan juara dunia kelas bulu WBA dua kali, Leigh Wood.
Pertarungan yang dimaksud akan berlangsung besar dalam Inggris, dimana keduanya miliki berbagai penggemar dan juga dapat memunculkan sejumlah uang dari pelanggan tiket dalam arena atau stadion. DAZN kemungkinan akan menayangkannya di dalam wadah mereka. Wood tiada terlalu dipikirkan oleh para penggemar pada AS, yang mana sebagian besar melihatnya sebagai pribadi pria yang mana dimanipulasi untuk meraih penghargaan juara dua kali oleh promotornya yang dimaksud cerdas, namun bukan mampu atau tak mau mempertahankannya.
Baca Juga: Bobot Sama 79 Kg, David benavidez: Aku Kalahkan Morrell dengan Cara Apa Pun
Dia awalnya mengungguli gelar kejuaraan WBA kelas 57,1 kilogram dari Xu Can, dengan menang nomor mutlak 12 ronde pada 31 Juli 2021. Wood kehilangan gelar kejuaraan yang dimaksud dua tahun kemudian dari Maurcio Lara melalui KO pada ronde ketujuh pada 18 Februari 2023.
Dia merebut kembali sabuk WBA dengan mengalahkan Lara yang dimaksud sudah ada kelelahan pada pertandingan ulang pada Mei 2023. Promotor Wood cukup pintar untuk menempatkannya di pertandingan ulang cepat dengan Lara hanya saja tiga bulan setelahnya kehilangan gelar.
Mereka mengambil keuntungan dari Lara yang dimaksud sedang menikmati masa-masa singkatnya sebagai juara WBA, juga beliau dengan cerdik tidaklah siap untuk mempertahankannya hanya saja tiga bulan kemudian. Itu adalah manuver klasik yang dilaksanakan untuk Wood, dikarenakan beliau kemungkinan besar akan kalah KO lagi jikalau Lara miliki lebih tinggi berbagai waktu untuk mempersiapkan diri.
Jika Cacace, 35 tahun, mempertahankan sabuk IBF-nya, ia harus mempertahankannya melawan lawan wajibnya, Eduardo ‘Sugar’ Nunez (27-1, 27 KO), pada sebuah pertarungan yang digunakan hanya sekali mempunyai prospek kecil untuk dimenangkannya. Nunez pasti akan menghancurkan Cacace dengan kekuatan, tekanan dan juga kemudaannya.
”Menjadi juara dunia adalah sebuah mimpi serta momen yang dimaksud sangat membanggakan bagi saya. Namun, pada tahap karier saya ketika ini, saya belaka menginginkan pertarungan terbesar, terlepas dari sabuk yang digunakan dipertaruhkan,” kata Anthony Cacace pada X, memilih untuk mengosongkan penghargaan juara dunia kelas bulu super IBF daripada menghadapi lawan yang tersebut sangat berbahaya, Eduardo ‘Sugar’ Nunez.
”Saya adalah seseorang petarung kemudian tujuan saya sekarang adalah mengamankan masa depan saya dan juga keluarga saya dan juga menciptakan warisan untuk diri saya sendiri pada dunia tinju dengan terlibat pada pertarungan besar yang akan dikenang oleh para penggemar. Saya tiada sabar untuk segera mengumumkan pertarungan saya berikutnya,” kata Cacace.






