
JAKARTA – PT Pertamina Gas (Pertagas) menerima penghargaan Dharma Karya dari Kementerian Daya dan juga Sumber Daya Mineral (ESDM), menghadapi partisipasi pada sektor energi serta sumber daya mineral.
Penghargaan yang dimaksud diterima pasukan gugus pengembangan dari Operation Rokan Area yaitu FT-Prove DORA. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah menghadapi komitmen pembaharuan yang tersebut dilaksanakan Pertagas pada meningkatkan efisiensi operasional dan juga keselamatan kerja pada sektor energi, melalui pembaharuan alat Mesin Automatic Cleaning atau MAC NING.
Alat MAC NING yang digunakan diciptakan kelompok FT-Prove DORA membantu membersihkan filter strainer secara otomatis di dalam Metering Station Dumai. Sebelumnya, pembersihan filter strainer memerlukan pengaktifan line bypass yang dapat mengganggu stabilitas penyaluran minyak.
Berkat MAC NING, proses pembersihan ini pada saat ini semata-mata membutuhkan waktu sekitar 1 jam 4 menit, tanpa perlu membuka line bypass. Hasilnya, ukuran penyaluran minyak mentah tetap memperlihatkan terjaga dalam bilangan 156.000 BOPD.
“Kami sangat bangga menghadapi pencapaian pasukan FT-Prove DORA yang berhasil meraih penghargaan Dharma Karya Muda. Inovasi Mesin Automatic Cleaning (MAC NING) menunjukkan upaya pertagas di meningkatkan efisiensi operasional juga menegaskan keselamatan kerja pada sektor energi,” ungkap Direktur Utama Pertamina Gas Gamal Imam Santoso di keterangannya, Mulai Pekan (14/10/2024).
Inovasi MAC NING menciptakan pekerjaan lebih banyak aman bagi para operator. Sebelumya, pembersihan filter strainer mempunyai risiko tinggi lantaran operator dapat terpapar minyak mentah jenis Heavy Oil (HO) kemudian Sumatera Light Oil (SLC). MAC NING menurunkan risiko tersebut, sehingga para pekerja merasa lebih tinggi aman serta nyaman pada waktu bekerja.
Selain meningkatkan keselamatan, MAC NING juga membantu menghemat biaya. Pertagas tidaklah perlu lagi membeli filter strainer cadangan, yang dimaksud dapat menghemat biaya hingga Rp519 juta. Sementara itu, biaya pembuatan alat MAC NING sendiri belaka Rp36,9 juta, menjadikannya solusi yang lebih besar ekonomis juga efisien.
Selain FT-Prove DORA, pasukan lain dari Sub Holding Gas juga menerima penghargaan yakni PC-Prove SIPLAH dan juga RT-Prove Semut Ireng. Gamal menambahkan, sebagai bagian dari Subholding Gas, Pertamina Gas akan terus berikrar untuk terus menghadirkan perubahan yang mengupayakan ketahanan energi nasional dan juga keselamatan kerja.






