
Penghargaan Proper ini inline dengan langkah perusahaan di menerapkan ESG.
Jakarta – Perusahaan pertambangan emas nasional, PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), mendapat penghargaan Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terkait komitmennya memperhatikan aspek lingkungan, sosial kemudian tata kelola (ESG) di kegiatan operasi pertambangan.
"Penghargaan Proper ini inline dengan langkah perusahaan pada menerapkan ESG. Apa yang dimaksud diterapkan di ESG juga masuk lalu menjadi bagian dari penilaian di penghargaan Proper ini. Seperti tentang pengelolaan limbah, efisiensi energi, pengurangan emisi yang mana menjadi bagian dari ESG juga termasuk pada penilaian Proper,” kata Presiden Direktur JRBM Anang Rizkani Noor, di dalam Jakarta, Selasa.
Menurut Anang, di penghargaan Proper aspek tata kelola lingkungan yang dimaksud paling menyeluruh terkait dengan sistem manajemen lingkungan.
Hal yang dimaksud juga menjadi salah satu yang tersebut difokuskan pada ESG.
“Sehingga kalau kita on the right track pada Proper berarti kita juga on the right track dalam penerapan ESG,” ujar Anang menambahkan.
Proper adalah Inisiatif Penilaian Peringkat Prestasi Perusahaan pada pengelolaan lingkungan hidup. Dilaksanakan sejak 1995 oleh Kementerian Lingkungan Hidup juga Kehutanan (KLHK) dengan tujuan mengupayakan tingkat ketaatan perusahaan di pengelolaan lingkungan hidup.
Di dalamnya ada Peringkat Emas, Peringkat Hijau, kemudian Peringkat Biru juga Peringkat Hitam.
Pemeringkatan ini merupakan salah satu perniagaan KLH menggerakkan ketaatan untuk peningkatan kualitas lingkungan.
Peringkat Proper Hijau yang tersebut diperoleh JRBM adalah peringkat yang dimaksud diberikan untuk perusahaan yang tersebut telah terjadi menunjukkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup melampaui kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
JRBM beroperasi di area tiga kabupaten, yakni Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Selatan dan juga Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara.
Pada 2024, kinerja pertambangan J Resources meraih produksi emas 101 ribu oz, sumber daya 6,1 jt oz juga cadangan sebesar 2,5 jt oz.






