
JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) mengingatkan Unit Layanan Administrasi (ULA) agar terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Apalagi ULA merupakan garda terdepan pada melayani rakyat dan juga pemerintah wilayah (pemda) di dalam Indonesia.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir pada Sarasehan Pelayanan Publik: Transformasi 10 Tahun ULA Kemendagri. Kegiatan ini berlangsung pada Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Kamis (10/10/2024).
“ULA ini sebagai garda terdepan melayani teman-teman dari area juga organisasi kemasyarakatan dengan warga yang digunakan kita layani yang dimaksud jumlahnya nomor empat di tempat dunia,” katanya.
Berdasarkan survei tingkat kepuasan warga terhadap pelayanan ULA pada 2024 sebesar 92,07%. Angka ini meningkat dibandingkan 2019 yang mana hanya saja mencapai 82,50%.
Melihat capaian tersebut, Tomsi berharap, ULA dapat terus menciptakan beragam pengembangan pelayanan, sehingga indeks kepuasan penduduk terus bertambah. “Nilainya 92, berarti masih ada publik yang dimaksud merasakan kekurangan sekalipun sedikit, apa sih kekurangannya? Itu harus dicari, kalau kita tiada mawas diri terus-menerus nanti akan semakin menurun,” ujarnya.
Terkait dengan kualitas pelayanan masyarakat, kata Tomsi, beberapa hal yang perlu dicermati seperti kesadaran pentingnya untuk mempermudah, mempercepat, serta memperlancar layanan. Selain itu, dirinya juga menekankan kunci dari pelayanan adalah bekerja untuk kepentingan rakyat luas serta diri sendiri.
“Setiap kita bekerja melayani, kita bekerja untuk kepentingan masyarakat, terpikirkan oleh kita bahwa bekerja yang mana nomor satu untuk diri kita sendiri, kita bekerja baik bukanlah untuk penduduk itu, tetapi nomor satu untuk diri kita sendiri,” tegasnya.
Karena itu, Tomsi menekankan perlunya terus meningkatkan kualitas pelayanan maupun Informan Daya Individu (SDM) secara berkelanjutan. “Apa pun masalahnya kita akan berupaya yang mana terbaik, kita akan memberikan yang dimaksud terbaik lantaran kita menyadari bahwa pekerjaan yang mana kita lakukan merupakan bagian daripada kita melayani diri kita sendiri, mendapatkan reward dari Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.
Sebagai informasi, acara ini dihadiri anggota Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng, Direktur Pendaftaran juga Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Herda Helmijaya, Kepala Biro Organisasi dan juga Tata Laksana Kemendagri Evan Nur Setya Hadi, Direktur Bisnis serta Pemanfaatan Aset PT Transjakarta Fadly Hasan, para pejabat tinggi pratama lingkup kementerian dan juga lembaga, kemudian para pejabat pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.






