
JAKARTA – MDI Ventures , perusahaan modal ventura multi-dana milik PT Pertelekomunikasian Indonesia Tbk (Telkom Group), baru-baru ini mengumumkan peluncuran delapan impact report yang tersebut menyoroti partisipasi startup portfolionya terhadap sektor-sektor esensial, seperti pendidikan, kesehatan, aquaculture, serta fintech. Laporan ini memaparkan bagaimana para startup yang dimaksud menciptakan kegunaan ekonomi, sosial dan juga lingkungan yang mana berkelanjutan .
Startup portofolio yang mana terlibat pada laporan ini meliputi Aruna, Paxel, Julo, SwipeRX, Qoala, Delos, Cermati, kemudian Amartha. Salah satu aspek yang tersebut disorot pada laporan ini adalah komitmen perusahaan portfolio MDI Ventures terhadap inklusi gender lalu pemberdayaan perempuan, seperti di tempat Qoala kemudian Amartha.
Hingga tahun 2023, 42% dari total agen Qoala adalah perempuan, meningkat dari 38% pada tahun sebelumnya. Melalui kebijakan kerja yang tersebut inklusif juga kegiatan pelatihan, Qoala membuka prospek kerja bagi perempuan, termasuk merek yang tiada mempunyai peringkat formal. Inisiatif ini berperan pada menggalang kesetaraan gender juga meningkatkan partisipasi sektor ekonomi perempuan.
Demikian juga dengan Amartha, yang tersebut terkenal sebagai perusahaan pionir fintech yang dimaksud berfokus pada pembiayaan perempuan pada perdesaan. Hingga pada waktu ini, Amartha sudah ada berhasil menyalurkan pinjaman untuk tambahan dari 2,6 jt pengguna perempuan di area Indonesia.
“Dengan pengalaman tambahan dari 15 tahun, Amartha terus berjanji untuk memberdayakan perempuan juga rakyat akar rumput melalui akses pendanaan yang terjangkau juga berkelanjutan, melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis Teknologi AI yang digunakan juga disertai pendampingan oleh SDM terlatih. Pada tahun 2024, Amartha meraih 2 penghargaan UN Women’s Empowerment Principles Award melawan kemajuan nyata yang dicapai mitranya,” ungkap Penggagas & ketua eksekutif Amartha, Andi Taufan Garuda Putra.
Selain itu laporan ini juga mencatat inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) dari JULO, yang pada tahun 2023 mengalokasikan penanaman modal sebesar Rp113,9 juta, meningkat 403% dibandingkan tahun sebelumnya. Rencana CSR JULO berfokus pada aktivitas untuk memenuhi keinginan komunitas, meningkatkan kekuatan hubungan, juga menciptakan dampak positif yang mana nyata bagi masyarakat.
Dalam peluncuran ini, VP of Strategy & Sustainability MDI Ventures, Alvin Evander mengatakan, “Peluncuran delapan impact report ini menegaskan komitmen kami untuk berinvestasi di tempat startup yang digunakan tiada semata-mata berfokus pada nilai ekonomi, tetapi juga yang mana mempunyai visi kuat untuk menciptakan dampak nyata kemudian memberikan solusi terhadap aspek sosial maupun lingkungan,” ungkapnya.
Laporan ini juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan strategi yang terintegrasi serta berkelanjutan bagi para startup. Melalui kolaborasi lintas sektor, para startup diharapkan dapat terus memberikan kontribusi yang dimaksud relevan kemudian menciptakan kegunaan nyata bagi masyarakat, pemangku kepentingan, lalu pihak terkait.
Menambahkan hal tersebut, Utari Octavianty, Co-Founder juga Chief Sustainability Officer Aruna, menjelaskan, “Peluncuran impact report ini mencerminkan komitmen kami di memberdayakan komunitas pesisir melalui perubahan juga teknologi. Pada tahun 2023, kami terhubung dengan lebih banyak dari 55.000 nelayan di tempat 150 lokasi, meningkatkan produksi, ekspor, serta pendapatan mereka itu hingga tiga kali lipat. Laporan ini adalah bukti nyata sumbangan kami di menciptakan dampak sosial, ekonomi, serta lingkungan yang dimaksud berkelanjutan,”






