
Hal ini merupakan representasi kemajuan negara kita.
Tanjung Selor – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan tujuh Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di dalam Indonesi dari PLBN Napan, Kota Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), kemudian tiga di dalam antaranya berlokasi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
“Ini merupakan representasi kemajuan negara kita. Oleh sebab itu, 10 tahun yang mana setelah itu saya perintahkan untuk dibangun semua pos lintas batas negara, serta ini juga usaha kita untuk kesetaraan pembangunan sampai perbatasan,” kata Presiden Jokowi, di Timor Tengah Utara, NTT, Rabu.
Tiga PLBN yang digunakan diresmikan Presiden Jokowi ke Kaltara adalah PLBN Sei Nyamuk dalam Pulau Sebatik (Kabupaten Nunukan), PLBN Long Nawang pada Kecamatan Kayan Hulu (Kabupaten Malinau) , kemudian PLBN Labang di dalam Kecamatan Lumbis (Kabupaten Nunukan).
Empat PLBN lainnya yang diresmikan Presiden, yakni PLBN Napan pada Timor Tengah Utara (NTT), PLBN Serasan di dalam Kepulauan Riau, PLBN Jagoi Babang di dalam Kalimantan Barat, dan juga PLBN Terpadu Yetetkun (Papua Selatan).
Pembangunan PLBN yang disebutkan tertuang di Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan Tujuh Pos Lintas Batas Negara Terpadu juga Sarana Prasarana Penunjang pada Kawasan Perbatasan.
Sejak Oktober 2022, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) telah terjadi melakukan langkah-langkah untuk mengoperasikan tujuh PLBN. PLBN Long Nawang baru belaka selesai dibangun, dengan jumlah keseluruhan personel BNPP sejumlah 18 orang. Selanjutnya, sedang mobilisasi untuk personel Bea Cukai, Imigrasi, dan juga Karantina.
Selanjutnya, PLBN Labang, progres telah lama 100 persen kemudian sudah ada diisi personel Karantina, Bea Cukai, dan juga Imigrasi, dengan total personel 30 orang. Adapun PLBN Sungai Nyamuk, sudah siap operasional dengan dukungan 123 personel.
Ketiga PLBN pada Kaltara ini dibangun sejak 2020 dengan anggaran PLBN Labang Rp210 miliar, PLBN Long Nawang Rp243 miliar, serta PLBN Sei Nyamuk Rp248 miliar.
Pjs Gubernur Kaltara Togap Simangunsong yang digunakan menyaksikan peresmian PLBN ini secara virtual dari Kantor Kepala daerah Kaltara, Rabu, optimistis tiga PLN ke Kaltara yang mana turut diresmikan Presiden Jokowi berubah menjadi motor penggerak perekonomian kawasan perbatasan juga meningkatkan kekuatan pengawasan kemudian keamanan negara.
"Peresmian PLBN ini adalah langkah besar pemerintahan mendirikan tempat perbatasan, tak semata-mata sebagai simbol kedaulatan negara, tetapi juga sebagai pintu gerbang bagi perkembangan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat," ujar Pjs Gubernur Kaltara itu pula.
Pembangunan infrastruktur perbatasan seperti PLBN diyakini menggerakkan peningkatan aktivitas perdagangan lintas batas. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan warga dan juga membuka lapangan kerja baru.
"Dengan adanya PLBN, kami optimistis akan berlangsung peningkatan ekspor serta impor dan juga ini akan memberikan sumbangan signifikan terhadap peningkatan ekonomi daerah," katanya pula.
Selain menggalakkan perkembangan ekonomi, PLBN juga miliki peran penting di merawat keamanan negara. Keberadaan PLBN yang memadai akan meningkatkan kekuatan pengawasan serta mengurangi terjadinya pelanggaran hukum seperti penyelundupan, perdagangan manusia, juga kejahatan lintas negara lainnya.
"PLBN akan bermetamorfosis menjadi benteng pertahanan negara dalam wilayah perbatasan, juga kami akan terus menguatkan sinergi dengan bervariasi pihak untuk merawat keamanan serta ketertiban ke kawasan ini," kata beliau lagi.
Artikel ini disadur dari Presiden Jokowi turut meresmikan tiga PLBN di Kaltara





