
JAKARTA – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersatu dengan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (KAHMI) menyelenggarakan seminar serta dialog tentang pengelolaan dana haji.
Acara bertajuk “Ruang Dialog BPKH: “Tantangan Pengembangan Usaha kemudian Optimalisasi Pengelolaan Dana Haji” ini dilaksanakan di tempat Jakarta.
Dialog ini bertujuan memberikan konstribusi berbagai bentuk alternatif pada pengelolaan dana haji sehingga memberikan nilai khasiat yang digunakan optimal lalu berkonstribusi pada penyelenggaraan nasional.
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah mengundang seluruh pihak untuk bersinergi di mengoptimalkan pengelolaan dana haji yang tersebut terus bertumbuh.
Saat ini, dana kelolaan haji BPKH sudah pernah mencapai lebih lanjut dari Rp169 triliun. Jumlah yang mana besar ini menghadirkan tanggung jawab besar bagi BPKH untuk menyeimbangkan antara prinsip syariah, tujuan investasi, lalu keinginan jamaah haji di area berada dalam dinamika perekonomian global yang mana semakin kompleks.
“Kami harus memverifikasi bahwa setiap rupiah dana haji yang digunakan kita kelola diinvestasikan pada instrumen yang dimaksud sesuai dengan prinsip syariah juga memberikan imbal hasil yang mana optimal. Namun, kami juga harus tetap saja memperhatikan likuiditas dana, sehingga pada saatnya nanti dana yang dimaksud dapat dikembalikan untuk jamaah haji,” ujar Fadlul, Rabu (4/12/2024).
Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo R Muhammad Syafi’I memberikan dukungan terhadap peluncuran BPKH.






